Konferensi Pers Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Silaturahmi Nasional Badan/Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (DEMA/BEM PTKI) Se Indonesia yang berlangsung sejak awal minggu ini, kemarin (04/5) mengadakan konferensi pers terkait pernyataan sikap DEMA/BEM PTKI kepada pemerintah Indonesia. Dalam pernyataan sikapnya, perwakilan mahasiswa PTKI se-Indonesia ini menyasar tiga bidang, yaitu pendidikan, ekonomi, dan politik.

Di bidang pendidikan, organisasi menyoroti komersialisasi pendidikan. Dalam bidang ekonomi, DEMA/BEM PTKI mendorong pemerintah untuk memperkuat institusi/otoritas pengumpul pajak sehingga dapat bekerja lebih optimal dalam mengamankan penerimaan negara.

Berikut kutipan lengkap pernyataan sikap DEMA/BEM PTKI se-Indonesia:

Konferensi Pers

Silaturahmi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Se-Indonesia

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Mahasiswa!
Hidup Mahasiswa!

Terwujudnya tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur merupakan cita-cita bersama bangsa Indonesia. Hal ini sebagaimana yang telah diamanatkan dalam naskah Undang-Undang Dasar 1945.

Dewasa ini , proses menuju tatanan masyarakat adil makmur yang dicita-citakan kerap mendapat berbagai tantangan. Masa-masa transisi politik, problematika ekonomi dan bahkan sikap intoleransi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa Indonesia, seringkali kurang mendapatkan antisipasi dan respon dari kalangan mahasiswa secara cepat untuk bekerjasama membangun solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Semangat perjuangan adalah semangat yang harus dimiliki setiap mahasiwa. Setiap persoalan kebangsaan yang muncul harus dipandang sebagai tantangan yang harus diselesaikan dengan semangat reformasi dan transformasi.

Karena itu dalam menghadapi situasi yang berkembang dewasa ini, dimana mahasiswa masih dinilai kurang berperan secara maksimal, kedepan harus dihadapi dengan perjuangan sistematis dan yang pada gilirannya akan diperoleh kemajuan yang gemilang. Sejarah perjuangan bangsa ini tidak luput dari perjuangan umat Islam, tentunya tanpa menyangsikan perjuangan umat beragama lainnya. Spirit perjuangan ini harus diwarisi oleh para mahasiswa Islam Indonesia.

Mahasiswa Islam Indonesia diharapkan gandrung kepada perubahaan, dinamis, kreatif, berani dan jujur serta memiliki semangat juang yang tinggi. Dengan sifat-sifat ini, mahasiswa Islam Indonesia di harapkan peka terhadap adanya ketimpangan, ketidakadilan, dan penyakit sosial yang ada dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga muncul kesadaran untuk segera meresponnya dengan berbagai cara yang dimungkinkan.
Jumlah mahasiswa Islam yang menjadi mayoritas di Indonesia merupakan suatu kekuatan yang seharusnya berada pada garda terdepan dalam mengawal setiap isu-isu keislaman, keindonesiaan dan persoalan kebangsaan lainnya. Latar belakang sejarah dan kondisi objektif mahasiswa saat ini yang mengharuskan hadirnya penggerak untuk kembali memantik khususnya mahasiswa Islam agar mampu mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi sebagai pedoman janji bhaktinya dalam berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, Silaturahmi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (SILATNAS BEM-PTKI) telah dilaksanakan pada 02-04 Mei 2017 bertempat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan tema; “Revivalisasi peran dan gerak mahasisawa Islam dalam menjawab problematika keagamaan dan kebangsaan”
Dan telah menghasilkan beberapa pandangan;

Pertama, Masalah Pendidikan;

-Menolak tegas segala bentuk sistem komersialisasi pendidikan.
-menolak sistem Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
-Mendorong pemerintah untuk melaksanakan pemerataan pendidikan yang berkeadilan di seluruh Indonesia seperti; kualitas guru, fasilitas pendidikan, dan akses ke sekolah dengan mempertimbangkan aspek kondisi daerah.
-Melibatkan peran organisasi kemahasiswaan dalam hal ini Dewan/Badan Eksekutif Mahasiswa dalam setiap perumusan kebijakan kampus yang berkaitan dengan mahasiswa.
-Mendorong kampus untuk mempersiapkan lulusannya didunia pekerjaan dan profesi.
-Meningkatkan serius kualitas pendidikan di wilayah Timur.

Kedua, Masalah Ekonomi;

-Mendorong penguatan lembaga perpajakan yang independen, transparan, bersih dan berkeadilan.
-Menolak pemerintah menjadikan hutang sebagai solusi permasalahan ekonomi dan mendorong pengoptimalan pendapatan dalam negeri; BUMN, pajak, dan pendapatan negara lainnya.
-Menuntut pemerintah mencabut perizinan perusahaan yang tidak pro terhadap rakyat dan tidak ramah terhadap lingkungan.
-Mendorong pemerataan pembangunan ekonomi ke seluruh wilayah Indonesia.
-Menghimbau pemerintah untuk mengembangkan potensi sumber daya alam di Indonesia.
-Mendorong pemerintah untuk lebih masif mendorong lahirnya entrepreuner-entrepreuner muda di Indonesia.
-Mencabut peraturan menteri ESDM No. 28 Tahun 2016 tentang tarif Tenaga Listrik yang menyengsarakan rakyat.

Ketiga, Masalah Politik;

-Menolak Seluruh ideologi dan gerakan yang mengancam dan kontra terhadap UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan Keutuhan NKRI.
-Mendorong menumbuh kembangkan pemahaman kebangsaan yang masif kepada masyarakat.
-Meminta pemerintah untuk mensosialisasikan setiap kebijakan yang akan diambil kepada rakyat.
-Mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak seadil-adilnya tanpa tebang pilih.
-Menolak segala bentuk intervensi asing yang berpotensi memecah belah keutuhan NKRI.
-Menolak sertifikasi Khatib yang terkesan politis!

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan. Terimakasih.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

Ciputat, 04 Mei 2017
Silaturahmi Nasional Badan/Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (DEMA/BEM PTKI) Se Indonesia

 

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *