Laba BNI Syariah Tumbuh di Atas 37 Persen

img_3579-copy

(ki-ka) Segenap manajemen BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi (Plt. Direktur Risiko dan Kepatuhan), Kukuh Rahardjo (Plt. Direktur Bisnis Konsumer), Imam Teguh Saptono (Direktur Utama), Dhias Widhiyati (Senior Executive Vice President Bisnis Komersial), dan Junaidi Hisom (Direktur Operasional) saat pemaparan kinerja BNI Syariah triwulan 3 tahun 2016 di Kantor Pusat BNI Syariah, Kuningan Jakarta (20/10)

(infomoneter)-BNI Syariah melewati triwulan ketiga di tahun 2016 dengan cukup baik. Walaupun tahun ini ekonomi masih belum menunjukan perbaikan yang cukup berarti karena masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Laba bersih triwulan ketiga tahun 2016 tercapai sebesar Rp 215,23 Miliar atau naik sebesar 37,42 persen  dibandingkan dengan tahun sebelumnya September 2015 sebesar Rp 156,62 Miliar.

“Pertumbuhan laba tersebut, pada satu sisi, disokong oleh ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya. Di sisi lain, hal ini dikontribusikan oleh komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang juga terus membaik”, jelas  Imam T. Saptono, di Kantor Pusat BNI Syariah Gedung Tempo Pavilion I,  Jakarta, Kamis (20/10/2016).

BNI Syariah memaparkan hasil kinerja semester ketiga tahun 2016 yang dihadiri oleh Imam Teguh Saptono (Direktur Utama), Kukuh Rahardjo (Plt. Direktur Bisnis Konsumer), Tribuana Tunggadewi (Plt. Direktur Risiko dan Kepatuhan), Junaidi Hisom (Direktur Operasional), dan Dhias Widiyati (Senior Executive Vice President Bisnis Komersial).

Imam memaparkan lebih lanjut, “Dengan tetap menjunjung semangat berHasanah di tahun 2016, kami bersyukur kinerja BNI Syariah triwulan ketiga pada sisi neraca juga berjalan cukup optimal. Sebagaimana terlihat pada pertumbuhan aset Year on Year (YoY) naik sebesar 17,88% dari Rp 22,75 Triliun pada September tahun lalu menjadi sebesar Rp 26,82 Triliun. Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 15,09% dan dana sebesar 20,26% terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama”.

Pembiayaan pada September 2015 sebesar Rp 16,97 Triliun berhasil tumbuh menjadi Rp 19,53 Triliun pada September tahun ini. Pertumbuhan ini dilakukan dengan penjagaan terhadap kualitas pembiayaan sehingga NPF triwulan ketiga 2016 ini terjaga di level 3,03%, angka ini di bawah rata-rata industri perbankan syariah. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga yang pada September tahun lalu sebesar Rp 18,93 Triliun meningkat menjadi Rp 22,77 Triliun pada September 2016, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 47,42% naik dari 43,78% di tahun sebelumnya.

Dari total pembiayaan sebesar Rp 19,53 Triliun tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 53,46%, disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 22,55%, pembiayaan komersial sebesar 16,20%, pembiayaan mikro sebesar 5,85%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,93%. Untuk pembiayaan konsumer, maka sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah, yakni sebesar 85,51%.

Pertumbuhan laba triwulan ketiga ini juga disumbang dari upaya mempertahankan efisiensi yang dilaksanakan di segenap bidang. Hal ini tampak dari komposisi BOPO yang relatif turun dari 91,60% pada September tahun 2015 menjadi 86,28 % pada September 2016.

Sinergi dengan BNI sebagai Perusahaan Induk

Kinerja BNI Syariah yang positif ini tentunya tidak dapat dilepaskan dari peran BNI sebagai induk perusahaan yang menghadirkan konsep BNI Financial Centre, di mana BNI beserta anak-anak perusahaannya, termasuk BNI Syariah, bersinergi dalam menghadirkan berbagai layanan untuk memenuhi ragam kebutuhan finansial masyarakat.

Secara khusus, contoh bentuk sinergi BNI Syariah dengan BNI adalah adanya Syariah Chaneling Outlet (SCO), di mana masyarakat diberikan kemudahan untuk dapat membuka rekening dan melakukan transaksi syariah terkait dana (DPK) di 1.487 kantor cabang BNI, penggunaan bersama e-channel seperti ATM, internet banking, dan Electronic Data Capture (EDC). Dana Pihak Ketiga yang didapat dari SCO pada triwulan ini sebesar Rp 1 Triliun atau tumbuh sebesar 11,63% dibanding September tahun lalu. Pada bulan Juni 2016 yang lalu BNI Syariah telah meluncurkan Tapcash Hasanah sebagai salah satu pengembangan produk berbasiskan e-money.

“InsyaAllah, dengan semangat Hasanah dan dukungan dari berbagai pihak, BNI Syariah akan selalu memberikan yang terbaik sesuai kaidah untuk memberikan manfaat bagi stakeholders dan seluruh masyarakat. Kedepan kami akan memposisikan BNI Syariah sebagai Hasanah Lifestyle Banking yaitu konsep bank syariah yang mengedepankan nilai – nilai kebaikan sebagai sebuah gaya hidup sejalan dengan prinsip islam sebagai rahmatan lil ’alamin.”, imbuh Imam.

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,9% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life.

BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 14.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Prima serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 299 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.400 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. (kormenjurnalis@gmail.com)

Infomoneter

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *