Pendapatan Asuransi Jiwa kuartal III/2016 Kinclong

img_20161118_135813Infomoneter– Hingga kuartal III/2016, industri asuransi jiwa mencatatkan kinerja yang gemilang. Dimana pertumbuhan pendapatan meningkat sebesar 78,1 %. Dalam  paparan kinerja industri asuransi jiwa, Jumat (18/11/2016),Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim memaparkan, total pendapatan industri per kuartal III/2016 mencapai Rp158,65 triliun atau tumbuh 78,1% jika dibandingkan dengan angka pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp89,10 triliun.

Dijelaskan, sampai dengan kuartal III/2016, pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp116,06 triliun atau meningkat 15,1% jika dibandingkan pendapatan premi pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp100,80 triliun.

Dia mengungkapkan, kenaikan tersebut didukung oleh meningkatnya pendapatan premi dari saluran-saluran distribusi, khususnya saluran distribusi bancassurance yang beberapa tahun belakangan terus menunjukkan perkembangan pesat.

Total klaim dan manfaat meningkat 17,3% dari 61,76 triliun di Kuartal III-2015 naik menjadi Rp72,45 triliun di kuartal III-2016. Total tertanggung meningkat sebesar 2,7 %  menjadi 58, 16 juta orang dari 56,66 juta orang di tahun kuartal III-2015. Total tenaga pemasar  meningkat 16,3 persen menjadi 520.281 tenaga pemasar berlisensi dari 447.407 orang di kuartal III-2015.

Menurutnya, meningkatnya kontribusi dari saluran distribusi bancassurance menunjukkan semakin meningkatnya kerjasama yang dilakukan oleh pihak perbankan dengan sebagian perusahaan asuransi jiwa.

Lebih lanjut, dia menyatakan pertumbuhan pendapatan industri juga ditopang oleh lonjakan hasil investasi. Data AAJI menunjukkan hasil investasi industri asuransi jiwa per kuartal III/2016 mencapai Rp36,45 triliun atau tumbuh 329,1% jika dibandingkan hasil investasi pada periode yang sama tahun lalu yang sempat anjlok dengan capaian –Rp15,91 triliun.

“Pertumbuhan hasil investasi sangat mempengaruhi total pendapatan industri asuransi jiwa, dan dapat diinterpretasikan bahwa ini disebabkan iklim investasi di Indonesia yang menuju perbaikan,” ujarnya.

kormenjurnalis@gmail.com

 

 

 

 

 

Infomoneter

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *