Presiden Jokowi Kecewa, Sebelum Diganti Lebih Baik Darmin dan Sri Mulyani Mundur

Presiden Jokowi Kecewa, Sebelum Diganti Lebih Baik Darmin dan Sri Mulyani Mundur

Badan Penerimaan Pajak 2018
Badan Penerimaan Pajak 2018

Jakarta, HanTer – Menteri Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani diminta untuk secara ikhlas mengundurkan diri dari kabinet karena tak juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan target pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di sektor keuangan yang diprediksi tidak akan tercapai.

“Lebih baik mengundurkan diri sebelum di reshuffle, karena sepertinya Presiden kecewa dengan prestasi dan kinerja Darmin dan Mulyani,” kata pengamat kebijakan publik Zulfikar Ahmad kepada Harian Terbit, Minggu (9/4/2017).

Menurutnya, sinyal kekecewaan terlihat saat Presiden menunjuk Menko Maritim Luhut B Panjaitan sebagai penanggung jawab sidang tahunan IMF-World Bank Oktober tahun ini di Bali. Hal ini diluar kelaziman pemerintahan dan menimbulkan spekulasi baru. Biasanya, menteri ekonomi yang mewakili menghadiri sidang tahunan IMF-World Bank,” ujar Zulfikar.

Selain itu, sepertinya Presiden juga kecewa ketika menantang Sri Mulyani untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2017 mencapai 5,3 persen. Namun Sri Mulyani mengelak dan hanya sanggup mencapai 5,1 %,  walaupun Asia Development Bank meramalkan bisa tumbuh sampai 5,3% dan Bank Dunia meramalkan bisa tumbuh 5,2%.

“Karena Sri Mulyani tak sanggup, saya memprediksi, hal inilah yang menjadi pertimbangan Presiden untuk menggantinya. Pertumbuhan ekonomi lebih tinggi diperlukan agar lebih banyak orang yang bekerja sehingga dapat mempunyai penghasilan yang lebih baik dan akhirnya dapat menciptakan gairah ekonom,” ujar Zulfikar.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono mengatakan kalau Sri Mulyani bersedia mundur saat ini maka tidak perlu menanggung malu apabila target-target pemerintahan tak tercapai. Dengan demikian, kredibilitas Sri Mulyani sebagai ekonom andal dapat terjaga.

“Sri Mulyani sebenarnya sudah tahu kondisi ekonomi nasional yang sudah satu tahun setengah di bawah pimpinan Joko Widodo itu amburadul dan terlalu optimis tanpa perhitungan tepat. Jadi, sebaiknya segera saja mengundurkan diri dari jabatan menkeu daripada reputasinya hancur sebagai ekonom yang piawai,” katanya dalam rilis pers yang diterima di Jakarta, Senin (12/9/2016).

Mimpi

Arief juga menyatakan pesimis SMI mampu mencapai pertumbuhan 5,2 persen di 2017, apalgi diatas 5,2 persen.

“Kalau saya sih prediksi di bawah 5 persen. SMI mimpi kali ya, sehingga dia optimis  pertumbuhan diatas 5 persen. Pasalnya, situasi ekonomi dunia dan ekonomi nasional serta kebijakan paket ekonomi Presiden Joko Widodo masih belum memperlihatkan hasil, sehingga tidak memungkinkan  untuk mencapai pertumbuhan diatas 5 persen,” kata Arief kepada Harian Terbit,  Kamis (23/3/2017).

Menurut tokoh buruh ini, tidak ada yang jalan dan kebijakan yang bisa menarik investor untuk mau lebih berinvestasi di Indonesia. “Kalau mau jujur analisa JP Morgan yang memberikan penilaian terhadap nilai imbal balik investasi di Indonesia pada status under weight sudah sangat benar dan mencerminkan kalau investasi di Indonesia tidak akan banyak memberikan keuntungan di tahun 2017.

“Kalau stuasinya seperti ini bagaimana ekonomi akan tumbuh diatas 5 persen Apalagi 5,7 % sd 7 persen, mimpi kali ye….” papar Arief.

 

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *