Kemewahan Pegawai Pajak Cuma Mitos?

Sabtu dinihari lalu ada kabar seorang pegawai DJP terkena peluru nyasar di sekitar stasiun tawang semarang.
Pegawai itu adalah bagian dari pegawai DJP yg dikenal sebagai PJKA (pulang jumat kembali ahad). Sebutan untuk pegawai yg keluarganya berada di kota yg berbeda dan tiap periode tertentu pulang untuk bertemu dan melepas rindu dengan keluarganya.

Berita PNS pajak terkena peluru nyasar tentu sudah berita heboh. Tapi ada bagian lain dari kisah itu yg luput dari perhatian. Yaitu kisah perjalanan pegawai pajak tsb itu sendiri.

Saat kejadian, yang bersangkutan baru saja turun dari KA ekonomi AC dari jakarta dan sedang menunggu angkot menuju terminal terboyo untuk menyambung bus ke boyolali.

Lho pegawai pajak yang konon penghasilannnya tinggi dan sangat sejahtera kok harus naik KA ekonomi lebih dari 6 jam saat ingin berkumpul menikmati akhir pekan bersama keluarganya ?
Masih nyambung naik angkot dan bus umum boemel lagi.
Kisah ini sebenarnya kisah yg sangat umum, masih banyak kisah yang lebih dramatis. Ada yang memilih naik bis boemel daripada bis patas demi mengirit Rp 56.000. Ada juga yg harus menabung 3 bulan untuk bisa berjumpa dengan anak istrinya. Tentu tulisan ini tdk untuk adu penderitaan/adu nelangsa.

Hal yang mengundang pertanyaan adalah jangan2 kesan bahwa pegawai pajak itu sangat sejahtera cuma mitos ?
Pegawai Pajak tidak semakmur yang dikira.
Tentu saja ada pegawai pajak yg hidup berkecukupan, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa banyak juga yg hanya cukup saja.

Kesan pegawai pajak sangat sejahtera itu sangat membebani. Apalagi tukin dijembreng2 di media. Celakanya yg dijembreng hanya gradenya tinggi..grade rendah tidak diungkap.

Giliran tahun berikutnya dipotong gara2 target gak tercapai kagak pernah di bahas.

Intinya masyarakat perlu tahu bahwa pegawai pajak penghasilannya cukup bukan sangat sejahtera.
Hentikan penyebaran mitos sebagai PNS dengan penghasilan tertinggi di Indonesia.
Maaf..PNS DKI lebih besar penghasilannya dibanding PNS pajak dan tidak memiliki resiko dipotong tunjangannya tahun depan gara-gara target penerimaan tak tercapai.

(to be continued)

Leave a Reply

6 thoughts on “Kemewahan Pegawai Pajak Cuma Mitos?

  • 16/10/2016 at 18:33
    Permalink

    Aku 8 tahun tugas di kalimantan kelurga tinggal di jakarta tukin saya hanya cukup u ntuk bayar kos dg bayar cicilan pesawat biarpun pesawat adamair untungnya istri bekerja jadi bisa hidup jadi orang pajak emang menang nama doang

    Reply
  • 16/10/2016 at 21:20
    Permalink

    Menurunkan mutu, padahal memang penghasilannya besar.Masalah naik kereta api ekonomi itu hanya style saja supaya savingnya lebih banyak.Maklum dengan penghasilan besar dilarang kerja lain selain PNS.Tetap harus bersyukur.

    Reply
    • 17/10/2016 at 03:43
      Permalink

      Jikalo ada pns instansi lainnya dg kondisi pisah keluarga sprti itu, pilihan alat transport atau frekuensi pulang bs jd sama atau di bawahnya….so jgn merasa sendiri bung.

      Mjd pns di negara semakmur ini mmg msh banyak prihatinnya apalagi mindset ‘pns sejahtera’ / ‘hidup di atas rata2’ adl melawan arus mindstream rakyat.

      Bagi pns djp yg mndpt tugas ‘super’ berat mengumpulkan dana apbn atau pns pd umumnya… smoga diberi limpahan kekuatan u/ menjalankan amanahnya saat ini atau jk tdk maka smoga diberi Allah pilihan hidup lain yg jauh lbh baik.

      Reply
  • 17/10/2016 at 19:27
    Permalink

    ngapain sih nulis2 gini lagi, kyk minta dikasihanin aja…pake dibanding2kan dengan PNS DKI pula. sudah lah, hidup masing2 orang itu udah ada jalannya.

    Reply
    • 19/10/2016 at 13:21
      Permalink

      saya menangkapnya, penulis ingin meluruskan persepsi masyarakat yang beranggapan bahwa semua PNS DJP itu hidup mewah. Objektif itu menenteramkan.. Itu saja..

      Reply
  • 25/12/2016 at 14:47
    Permalink

    saya juga sependapat mengenai si penulis yg ingin meluruskan persepsi masyarakat bahwa semua PNS DJP itu hidup mewah dan berpenghasilan tinggi namun pada kenyataannya jauh berbeda, jika tukin dipotong karena target tidak tercapai itu memang kebenarannya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *