Sjafrie Sjamsoeddin: yang Paling Utama Itu Adalah Achievement

sjafrie sjamsoeddin

Dalam dunia militer, keberhasilan menjalankan suatu misi tidak terlepas dari prajurit-prajurit trengginas dan terlatih yang kapanpun siap diterjunkan ke medan pertempuran. Namun keberhasilan menjalankan misi dan terbentuknya para prajurit yang terlatih tersebut tidak lepas dari sosok pemimpin yang berkualitas dengan segudang pengalaman yang mendukung kepemimpinannya.

“Jadi menjalani suatu organisasi itu memang tergantung pemimpin. Kemudian untuk menjalani kepemimpinan itu memang ada definisi teorinya, tetapi yang paling utama itu adalah achievement,” tutur Letnan Jenderal TNI (Pur) Sjafrie Sjamsoeddin beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, namun sebetulnya esensi dari kepemimpinan (dalam konteks militer) itu adalah bagaimana dia pertama, mission accomplish. Kemudian yang kedua bagaimana dia mensejahterahkan prajurit yang berada di bawah komandonya. “Itu sebetulnya kata kunci yang umum,” tegas sang mantan Pangdam Jaya kepada Angkasa.

Menurutnya, ada koridor untuk mengasah kepemimpinan tersebut. Pertama, kepemimpinan tidak bisa diraih dengan cara instan. Ia mengumpamakan, bahwa jika ingin mengasah kepemmimpinan itu tidak bisa dia seperti masuk di mesin cuci. “Masuk, keluar, terus langsung jadi, tidak bisa seperti itu, butuh proses panjang,” contohnya.

Jadi intinya, bahwa kepemimpinan itu memerlukan proses panjang yang kemudian secara alami akan membentuk seseorang menjadi pemimpin. Menurut penuturannya kepada Angkasa, proses panjang tersebut melalui tiga jalur yang perlu dilewati secara berimbang.

Baca Juga:

Ketegangan Meningkat di LTS, Akankah Terjadi Fire Contact Antara AS-Tiongkok?

Agresivitas Tiongkok di LTS, Potensi Menuju Perang Terbuka?

Terlebih dahulu harus melalui pendidikan dan latihan. Kemudian yang kedua melalui kesempatan untuk berinteraksi. Hal ini diartikan dalam berbagai jenis pengertian, dari mulai teknis, taktis, administratif sampai strategis. Ketiga adalah pengembangan diri. Sekiranya tiga hal tersebut yang berkontribusi penuh dalam mengasah kepemimpinan seseorang.

“Selama kita menjalani itu semua, tentu akan timbul residue yang sering saya sebut sebagai adrenalin. Adrenalin itu yang melekat kepada kita, sejak kita di sekolah, mulai bertugas dilapangan, berbagai macam variasi lapangan, berbagai macam peluang-peluang untuk pengembangan diri, nah itulah yang menjadi adrenalin,” papar Sjafrie.

Baca Juga:

Jenderal A. Yani: “Bagi Saya Hanya Ada Dua Alternatif …”

Laksda TNI (Pur) Christina, Sang Kowal Pionir Kebanggaan Bangsa

Menurutnya, adrenalin inilah yang menjadi semacam kamus dalam pada pribadiseseorang. “Tapi kamus ini bukan kamus dalam arti kata yang sebenarnya, melainkan kamus yang berjalan,” tambahnya.

Ke depannya, ‘kamus’ itulah yang nanti akan keluar pada saat seorang pemimpin menghadapi berbagai situasi, berbagai persoalan dan berbagai masalah dalam masa kepemimpinannya.

“Itulah yang menjadi tolok ukur kepemimpinan yang saya pahami, dan itu yang saya jalankan selama ini. Tidak ada satu tetes pun yang tidak ada nilai manfaatnya sejak kita memulai karier setelah pendidikan pembentukkan perwira dan kita memulai karier, itu semua ada nilainya,” pungkasnya.

The post Sjafrie Sjamsoeddin: yang Paling Utama Itu Adalah Achievement appeared first on Majalah Angkasa Online.

Majalah Angkasa Online

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *