Erwin Sukiato: Ambisi Mendorong Implementasi Oracle Cloud di Indonesia Jadi Perhatian Dunia

“Saya bermimpi Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang mengimplementasikan teknologi atau solusi terbaru Oracle,” kata Erwin Sukiato (Country Manager, Oracle Indonesia). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

Keseriusan Oracle di dunia cloud bisa dilihat dari kiprah mereka di tahun ini. Sejak Mei 2016, Oracle telah mengakuisisi lima perusahaan terkait cloud. Yang paling baru adalah Dyn, penyedia layanan DNS dan akselerator internet berbasis cloud. Dengan mengakuisisi Dyn, Oracle memiliki tool yang bisa meningkatkan performa aplikasi berbasis cloud dan mudah diakses dari berbagai perangkat.

Keseriusan Oracle di cloud menjadi menarik mengingat perusahaan yang berpusat di Redwood City, California, ini memiliki sejarah panjang sebagai perusahaan yang mengandalkan hardware dan software berbasis on-premise. Namun menurut Erwin Sukiato (Country Manager, Oracle Indonesia), transformasi ini merupakan cara Oracle menjawab kebutuhan pelanggan. “Karena sekarang trend-nya memang ke cloud,” ungkap Erwin.

Banyak perusahaan saat ini memilih fokus menjalankan bisnisnya tanpa harus direpotkan dengan investasi maupun pengelolaan TI secara day-to-day. Dengan mengadopsi cloud, tanggung jawab itu menjadi domain penyedia layanan cloud sehingga perusahaan bisa melangkah lebih gesit.

Oracle saat ini menawarkan layanan cloud dalam berbagai tingkat, mulai dari SaaS, PaaS, sampai IaaS. Namun yang saat ini sudah siap seratus persen—dalam arti seluruh produk sudah tersedia—adalah SaaS. “Kami sudah sejak lama menyiapkan tim R&D untuk menggarap solusi end-to-end seperti ini,” klaim Erwin.

Tidak mengherankan jika layanan SaaS Oracle saat ini komplet tersedia, mulai dari ERP, human capital, CRM, sampai Customer Experience. Namun Erwin menegaskan, di masa depan, Oracle akan serius menggarap layanan PaaS maupun IaaS seperti penyedia cloud lainnya.

Pendekatan Inovatif

Erwin melihat penerimaan konsumen terhadap solusi cloud ini sudah tidak memiliki masalah berarti. “Semua customer sudah mendengar soal cloud dari berbagai sumber, sehingga market sudah terbentuk,” cerita Erwin.

Tugas besar Oracle saat ini lebih kepada memperkenalkan solusi cloud mereka kepada calon customer. Hal ini dilakukan dengan melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk Oracle Cloud Day yang diselenggarakan pada awal November 2016.

Tugas lainnya adalah menyiapkan tim internal Oracle untuk siap membantu perusahaan Indonesia bertransformasi ke cloud. “Kami saat ini mendorong workforce kami agar lebih advanced dalam menawarkan solusi cloud,” tambah Erwin. Namun, model bisnis yang dilakukan Oracle di Indonesia relatif tidak berubah, yaitu melibatkan business partner dalam memasarkan solusi cloud ini.

Oracle sendiri kini menawarkan solusi cloud untuk pelanggan baru maupun lama. “Kalau customer baru, kami langsung tawarkan ke cloud,” ungkap Erwin. Sementara bagi customer yang ingin melakukan upgrade atau menambah modul baru, Oracle menawarkan dua pilihan, yaitu solusi on-premise atau cloud. “Intinya kami ingin menyediakan berbagai opsi yang sesuai dengan kebutuhan customer,” ungkap pria yang hobi menikmati masakan Padang ini.

Agar pilihan customer lebih luas, Oracle juga menawarkan solusi inovatif bernama Oracle Cloud Machine. Melalui solusi ini, Oracle menempatkan servernya di data center customer dalam skema berlangganan. Di dalam server tersebut, sudah terdapat aplikasi berbasis cloud layaknya layanan SaaS standar Oracle. Dengan kata lain, customer mendapatkan layanan layaknya cloud namun melalui server yang berada di on-premise.

Pendekatan seperti ini bisa menjadi jawaban bagi dilema perusahaan Indonesia yang ingin mendapatkan kelebihan teknologi cloud namun terbentur masalah regulasi.

Dari sisi teknis, pendekatan Oracle Cloud Machine ini juga memudahkan implementasi hybrid cloud. Karena menggunakan standar dan service yang identik, aplikasi dan data di on-premise dapat dengan cepat “dinaikkan” ke cloud ketika kebutuhan melonjak. Prosesnya juga relatif mudah karena Oracle Cloud Machine dan Oracle Cloud menggunakan management tools yang sama.

Dari sisi pengelolaan sendiri, Oracle Cloud Machine bisa dilakukan oleh tim TI internal perusahaan atau sepenuhnya diserahkan kepada Oracle.

Menjadi Pusat Perhatian

Erwin Sukiato (Country Manager, Oracle Indonesia).

Sosok Erwin sudah tidak asing di dunia teknologi informasi Indonesia. Sebelum bergabung ke Oracle, Erwin adalah General Manager VeriFone Indonesia, sebuah layanan payment asal San Jose, AS.

Sebelumnya, Erwin menjadi Country Manager SAS Indonesia selama 4 tahun dan Business Executive IBM ASEAN selama 7 tahun. Dengan pengalaman panjang seperti itu, tidak mengherankan jika Erwin terlihat fasih menangkap perubahan landscape dunia teknologi informasi.

Salah satu tren teknologi yang menurut Erwin penting adalah mobility. “Saat ini semua aplikasi seharusnya mendukung mobility, ketika pengguna bisa connect dari mana saja,” ungkap Erwin. Pria yang masih rajin naik sepeda ini juga melihat keterkaitan antara aplikasi akan kian erat, yang membuka peluang bagi middleware Oracle untuk terus relevan di masa depan.

Erwin juga melihat fenomena cloud membuat CIO dan timnya harus bertransformasi dan memperbanyak strategic thinking. “Karena dari sisi operasional akan lebih dikelola oleh penyedia cloud,” tambah Erwin.

Sementara ketika ditanya tentang targetnya sebagai pemimpin Oracle di Indonesia, Erwin dengan lugas menjawab, “growing the business”. Di Indonesia sendiri, aplikasi Oracle yang banyak digunakan adalah database, middleware, dan ERP. Sementara di area cloud, adopsi yang terbanyak adalah Oracle Applications.

Erwin juga berharap Indonesia akan menjadi salah satu negara yang memiliki performa bagus dan menjadi perhatian dunia. “Saya bermimpi Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang mengimplementasikan teknologi atau solusi terbaru Oracle,” tambah Erwin.

Mimpi itu pun perlahan mulai terwujud. Contohnya ketika Puninar, salah satu perusahaan logistik di bawah Triputra Group, memilih Oracle Transportation Management Cloud sebagai aplikasi manajemen logistiknya. Melalui aplikasi ini, Puninar dapat merencanakan dan menganalisis lalu lintas pengiriman barang secara cepat dan akurat. Yang tidak kalah penting adalah aplikasi ini mendorong visibilitas informasi terhadap proses pengiriman, yang sangat krusial bagi banyak industri.

Keberhasilan membantu Puninar ini pun terdengar sampai kantor pusat. “Hal-hal seperti inilah yang ingin kami capai. Ada referensi, ada happy customer, dan menarik perhatian kantor pusat,” ungkap Erwin menutup pembicaraan.

InfoKomputer Online

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *