Aroma Rempah Indonesia yang Mendunia

(infomoneter.com)-Siapa yang tak kenal kemanjuran rempah-rempah Indonesia untuk bumbu masakan? Dari nasi goreng sampai rendang yang sudah dikenal luas di dunia kuliner internasional. Rempah-rempah asli Indonesia memberi aroma dan rasa yang khas pada berbagai jenis masakan.

Namun tak hanya pada masakan, aroma rempah juga dapat terwujud dalam berbagai produk lain, seperti lilin beraroma rempah. Ada lagi berbagai cerita roman sejarah yang menarik dari kekhasan aroma rempah Indonesia. Salah satunya diangkat oleh para mahasiswa S1 Event Prasetiya Mulya, menjadi sebuah acara yang bertajuk “Rempah; Charity Gala Dinner”, di kampus Universitas Prasetiya Mulya-Serpong, 31 Juli 2017.

Alkisah diceritakan seorang gadis Banda di Indonesia bernama Dewi Oetari, yang jatuh cinta pada seorang keturunan Belanda bernama Jansen. Keduanya menyukai rempah-rempah Indonesia dan secara khusus memiliki kesamaan minat mendalami berbagai hal terkait dengan jenis rempah pala. Sampai pada sebuah perjalanan di mana keduanya menemukan tantangan terkait sejarah nenek-moyang mereka di masa lalu.

Dewi Oetari menyimpan cerita masa lalu yang mencipta dendam dalam hati, tentang kakek buyut Jansen, J.P Coen, mantan penguasa organisasi dagang Belanda, VOC, yang menjajah Indonesia dan membunuhi orang-orang Indonesia, termasuk kakek-nenek Dewi Oetari di Banda. Jansen sendiri tak dapat mengelak dari sejarah kelam nenek-moyangnya itu. Sampai pada akhirnya, kecintaan mereka pada rempah Indonesia, khususnya pala, mendamaikan api-sekam dalam hubungan cinta mereka. Dua sejoli ini akhirnya menikah dengan saling menghormati keberagaman masa lalu masing masing, dan mencipta terus benih-benih persaudaraan antar kedua negara asal  melalui minat mereka dalam mendalami rempah pala.

Demikian ungkap Brandon Buntario, salah satu wakil mahasiswa S1 Event sebagai ketua pelaksana acara di sebuah rilis yang diterima redaksi, menjelaskan latar belakang sejarah di balik kemasyuran rempah Indonesia yang mereka angkat dalam acara yang ditujukan hasilnya untuk bantuan sosial ke sejumlah yayasan.

Ekplorasi Kekayaan Indonesia

“Ini adalah titik awal bagi mahasiswa kami memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat. Dalam artian memperkenalkan hasil eksplorasi rempah tidak hanya sebagai bumbu makanan, tapi juga ada beberapa hal misalnya seperti yang diperkenalkan pada event ini para mahasiswa membuat lilin beraroma rempah”, jelas Christina Yosevina, Direktur Program Sarjana Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya di sesi wawancara.

Acara yang diselenggarakan bekerjasama dengan berbagai pihak di industri pariwisata ini juga merupakan hasil dari proses belajar setahun mahasiswa S1 Event Prasetiya Mulya, dari mata kuliah event planning  dan event operations yang kemudian dituangkan dalam proyek nyata, tambah Yosevina.

Kekhasan pembelajaran Prasetiya Mulya adalah bisnis. “Maka anak-anak dikembangkan untuk senantiasa memiliki mindset kewirausahaan. Jadi mereka melihat sesuatu bukan hanya dengan menggunakan saja, tapi misalnya ketika melihat rempah-rempah, mereka harus bisa memproyeksikan apa yang bisa mereka lakukan dengan rempah-rempah itu. Contohnya seperti dibuat dalam acara ini. Mereka menyajikan sebuah galla dinner dengan makanan berbumbu dan souvenir beraroma rempah-rempah, story telling serta segala hiburan terkait dengannya,” jelas Yosevina lagi.

Tujuan acara Rempah, Charity Galla Dinner sendiri, menurut Manajer Program Studi S1 Event  Prasetiya Mulya Peni Zulandari, juga untuk mengumpulkan para pemangku kepentingan di dunia pariwisata untuk berbagi gagasan, mencipta berbagai kreativitas untuk memunculkan hal-hal baru pengembangan pariwisata di Indonesia.

“Di acara ini misalnya, para mahasiswa untuk bisa mewujudkan galla dinner ini harus memadukan berbagai stakeholder  dunia pariwisata, seperti arkeolog Kota Tua, panti dan yayasan ketika mereka melakukan social work yang nanti akan menerima hasil penggalangan dana dari acara ini, para profesional event organizer, pelaku industri perhotelan yang pada malam hari ini diwakili Hotel Santika yang biasanya set menu buffet hari ini outset catering, pelaku industri hiburan seperti story teller  dan lain-lain. Berbagai pihak berkepentingan itu sejak proses awal dari event planning hingga akhir terwujud dalam acara ini diserahkan pengorganisirnya oleh para mahasiswa S1 Event,” tambah Peni.

Rahasia Kota Tua

Di sisi lain, Kota Tua, yang merupakan salah satu destinasi penting pariwisata di Jakarta, menurut Manajer Program S1 Hospitality Business Prasetiya Mulya Yudho Hartono, dalam acara itu merupakan hasil dari sebuah kreativitas pengembangan pariwisata.

“Pariwisata itu kan intinya bagaimana kreativitas itu bisa dikembangkan. Maka kalau kita bicara soal Kota Tua, apa yang bisa kita kembangkan lebih sekadar berkunjung ke tempat itu secara langsung. Para mahasiswa memilih membuat event hasil eksplorasi Kota Tua ini bukan di sana, tapi di BSD. Ini challenge bagi mereka, bagaimana menghadirkan Kota Tua di tempat lain dengan bantuan teknologi virtual reality misalnya. Intinya bagaimana salah satu destinasi utama di Jakarta ini bisa dikembangkan sebagaimna didorong pemerintah saat ini dan para mahasiswa tertantang untuk mendukung usaha itu,” jelas Yudho.

Tahun 2017 ini Program Studi Pariwisata Prasetiya Mulya memang tengah gencar menggagas program-program studi (prodi) menyambut semangat pemerintah Indonesia mengembangkan industri pariwisata. Terbukti dengan lahirnya sebuah prodi baru, hospitality business, di samping prodi S1 event yang telah berjalan dan diminati berbagai kalangan yang ingin berkecimpung dalam dunia pariwisata. (kormen)

Infomoneter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:29 Stack trace: #0 /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(567): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home2/corongid...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig() #2 {main} thrown in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 29