Cerita 'Kartini' Asal Miangas, Berdayakan UMKM Lebih Mandiri

Sumber

Jakarta

Rumah Kreatif BUMN (RKB) merupakan tempat untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku usaha kecil menengah (UKM) menjadi UKM Indonesia yang berkualitas. RKB tersebar di seluruh Indonesia dan mengajak bank-bank milik pemerintah untuk bekerja sama membangun UKM-UKM agar mampu berkembang lebih baik lagi.

Tak hanya di kota-kota besar, RKB bersama Bank BRI membangun program Teras BRI di pelosok-pelosok Indonesia, salah satunya yaitu Pulau Miangas, Kabupaten kepulauan Talaud. Di garda terdepan sebelah utara Indonesia ini, RKB BRI bertugas mendorong masyarakat setempat agar sadar akan pentingnya mengembangkan usaha untuk meningkatkan perekonomian.

Koordinator RKB BRI Kepulauan Talaud, Meita Sul Halena Lantaa mengatakan, RKB Bank BRI Kepulauan Talaud yang berpusat di Miangas ini ada sejak 2017 silam. Tercatat, sudah ada 447 UKM yang terdaftar di RKB BRI Miangas, Kepulauan Talaud.

Cerita 'Kartini' Asal Miangas, Berdayakan UMKM Lebih MandiriMeita Lantaa, koordinator RKB BRI (Foto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom)

Sektor unggulan UKM di Miangas yakni dari bidang perdagangan, makanan dan minuman, dan kerajinan tangan. “Produk yang ada di Miangas ini, untuk sementara UMKM yang sudah menghasilkan produk yaitu usaha kerajinan topi anyaman yang diolah dari daun pandan, lalu dijadikan topi,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mei kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.
Mei berkisah, menjadi koordinator RKB Bank BRI di Miangas merupakan pekerjaan yang cukup sulit. Sebab, tak semua pelaku UKM di Miangas mau untuk diajak bergabung di RKB, bahkan untuk sekadar menghadiri sosialisasi.

“Alasannya macam-macam, ada yang tidak ada yang jaga warung, ada yang ke kebun,” ujarnya.

Namun Mei tak menyerah begitu saja, saat awal-awal RKB Bank BRI hadir di Miangas, ia rajin mendatangi masyarakat yang menjadi pedagang di Miangas lalu menjelaskan tentang RKB yang dinaungi oleh Bank BRI.

“Dulu sempat door to door ke orang-orang yang buka warung itu, dijelaskan satu-satu, karena mereka nggak mau datang kan, ada kegiatan yang lain, jadi harus saya yang keliling,” terangnya.

Perempuan berusia 29 tahun ini ingin masyarakat Miangas bisa mengembangkan usaha mereka. Sebab, sebenarnya ada potensi-potensi yang bisa diangkat menjadi sebuah usaha kreatif oleh masyarakat.

“Di sini itu, banyak pohon pisang, tapi tidak ada yang mengolahnya jadi keripik, padahal jika dikembangkan itu bisa jadi peluang bagus,” katanya.

Cerita 'Kartini' Asal Miangas, Berdayakan UMKM Lebih MandiriSalah satu pelaku usaha kerajian anyaman topi dan tikar di Miangas (Foto: Faidah Umu Sofuroh /detikcom)

Selain itu, UKM kerajinan anyaman topi dan tikar khas Miangas pun tak luput dari perhatiannya. Kerajinan anyaman ini ditengarai akan mati karena pelaku usahanya hanya sisa 3 orang lanjut usia. Melihat ini, Mei berinisiatif untuk mengajukan ke kantor pusat, agar dilakukan pelatihan-pelatihan anyaman topi kepada warga, supaya usaha kerajinan topi anyaman khas Miangas bisa tetap lestari.

“Jika UKM-UKM di Miangas ini sudah berkembang, saya ingin mendaftarkannya ke online (e-commerce), karena sekarang kan semua serba digital, jadi lebih bagus lagi untuk UKM yang sudah berkembang bisa go digital,” terangnya.

RKB Bank BRI memang hadir di seluruh penjuru negeri untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya para pelaku UKM. Terlebih dengan hadirnya BRI di Miangas, akan semakin banyak warga yang tadinya unbankable menjadi bankable.

Setelah menjadi masyarakat yang memiliki akses perbankan, diharapkan kehidupan masyarakat Miangas akan semakin baik. Salah satunya dengan cara pemberian modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para pelaku usaha.

BankBRImelaluiRKB ini juga turut berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya masyarakat serta peningkatan perekonomian di daerah-daerah perbatasan.(adv/adv)