Cerita Mereka yang Pernah Pakai Jasa Klenik, Beneran Ampuh?

Jakarta – Menggunakan jimat atau benda yang berbau mistis untuk menambah rejeki sudah sering dilakukan oleh segelintir masyarakat di Indonesia yang masih percaya dengan benda-benda magis.

Misalnya untuk usaha, sang pemilik biasanya mempunyai satu benda magis yang berhubungan dengan usahanya. detikcom berkesempatan mewawancarai salah satu pemilik rumah makan di kawasan Jakarta Selatan, yang menggunakan benda klenik.

Tina (bukan nama sebenarnya) menceritakan dia sudah membuka usaha rumah makannya sejak tahun 2001. Saat berniat membuka rumah makan, ibu Tina membekalinya sebuah centong atau sendok nasi yang terbuat dari kayu kelapa.

Hal ini agar orang-orang yang membeli makanan di warungnya merasa nikmat saat mengunyah dan menelan makanan.

Menurut dia, centong tersebut sudah ‘dibekali’ dengan doa-doa agar usahanya lancar. “Sendok (centong) dari ibu saya, tidak boleh dipegang oleh orang lain selain keluarga saya. Memang kalau dari daerah saya selalu ada yang seperti itu kalau mau jualan. Supaya penginnya makan di sini terus,” kata dia saat berbincang dengan detikcom.

Dia tak menceritakan berapa biaya yang dikeluarkan ibunya untuk mendapatkan centong tersebut. Namun dia mengaku dengan centong tersebut rejeki yang mengalir di warungnya selalu lancar tanpa hambatan.

Namun, Tina tak menampik jika kelancaran usaha rumah makannya tak lepas dari menu masakan yang enak, harga yang bersaing dan doa kepada yang kuasa. “Ya memang harus usaha keras juga dan berdoa. Jadi tak hanya si sendok nasi saja yang melancarkan,” jelas dia.

Pernah suatu ketika, centong yang ia punya tak sengaja dipegang oleh pembantunya yang baru. Kemudian, rumah makannya sepi seharian. Esoknya, Tina menutup warung dan ia pulang ke kampung untuk mengambil centong yang baru.

Selain Tina, ada pula Zeni. Ia pernah menjadi pengguna jasa klenik ini. Memang itu sudah terjadi 40 tahun lalu. Saat itu dia masih berusia 23 tahun, dia menggunakan pesugihan yang disebut uang pengasihan atau duit biang.

Dia memiliki usaha warung sayur saat itu, setelah menggunakan pengasihan. Usahanya makin maju, uang yang dia dapatkan sangat banyak.

“Jadi dulu, pakai pengasihan. Uang yang saya pakai untuk belanja, berapapun akan kembali ke dalam dompet,” ujarnya.

Misalnya total belanjaan Zeni Rp 80.000 kemudian dia membayar dengan uang Rp 100.000. Maka kembaliannya Rp 20.000 yang ia dapatkan dari penjual di pasar. Saat sampai di rumah, uang yang ia belanjakan Rp 80.000 sudah kembali ke dalam dompetnya. Hal ini terus berulang hingga akhirnya ia mendapatkan uang yang banyak.

Zeni mengaku lupa, berapa besar mahar yang ia bayarkan untuk uang pengasihan tersebut. Usaha warung sayurnya sangat maju dan ramai. Karena ia memberikan harga yang sangat murah untuk para pembelinya. Intinya, saat itu dia mengalahkan beberapa warung sayur yang menjadi pesaingnya.

Namun, menurut Zeni tak ada berkah yang didapatkan ketika ia menjalani usaha dengan pesugihan tersebut. Misalnya, ia tak bisa menikmati makanan enak meskipun uangnya banyak.

“Ya setiap saya mau makan enak, seperti ada yang melarang ‘memang itu harta mu?’ ya seperti itulah selalu tidak bisa makan enak,” kenang dia.

Akhirnya ia berusaha untuk lepas dari pesugihan ilmu hitam ini. Ia mulai meninggalkan dengan kembali mendekatkan diri kepada Tuhan.

Simak Video “Menhub Sambangi 6 Bandara dalam Dua Malam
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)