Curhat Sri Mulyani, Susun APBN 2020 di Tengah Tekanan Perang Dagang

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati curhat soal penyusunan APBN 2020 yang hari ini telah disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI. Dia mengungkapkan tantangan dalam merancang anggaran pendapatan dan belanja negara tahun depan.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, APBN 2020 disusun di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik dunia. Itu dia ungkapkan saat menyampaikan pendapat akhir pemerintahan terhadap RUU tentang APBN 2020.

“Selama proses penyusunan APBN tahun 2020 kita dihadapkan pada dinamika perekonomian global dan geopolitik global yang sangat tinggi yang meninggalkan pola tradisi historis sehingga menciptakan meningkatnya ketidakpastian,” katanya di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Kondisi perang dagang yang tak kunjung mereda, menurutnya berdampak pada perlambatan ekonomi di banyak negara di dunia, serta ketidakpastian harga komoditas yang cenderung melemah.

“Perang dagang yang berlarut-larut dan eskalatif antara Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai dua ekonomi terbesar dunia menimbulkan ketidakpastian yang semakin sulit diprediksi,” jelasnya.

Tak cuma itu, kondisi geopolitik juga bergejolak di kawasan Asia dan Timur Tengah yang makin menekan ekonomi global yang sedang melemah.

“Menghadapi ancaman perlemahan ekonomi dan dinamika global tersebut, peranan APBN sebagai instrumen counter cyclical menjadi sangat penting,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, pelaksanaan APBN 2019 pun diposisikan sebagai instrumen yang mampu memberi stimulus bagi perekonomian melalui kebijakan belanja dan insentif flskal bagi kegiatan dunia usaha, melanjutkan pemerataan pembangunan, serta memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat.

Lanjut dia, pelonggaran fiskal juga dilakukan secara terukur untuk menetralisir pengaruh perlemahan global serta untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tahun 2019.

“Sejalan dengan langkah tersebut, kebijakan flskal tahun 2020 juga tetap diarahkan agar menjaga stimulasi ekonomi secara terarah dan terukur untuk menjaga perekonomian tumbuh di atas 5%,” ujarnya.

APBN 2020 juga ditujukan untuk menjaga pencapaian pembangunan seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan kesempatan kerja dan perbaikan pemerataan ekonomi.

APBN juga ditujukan untuk terus memperkuat fondasi dan daya saing ekonomi agar tidak terdampak secara negatif oleh gejolak global melalui perbaikan kualitas SDM, memperkuat institusi, memperkuat industri dengan memberikan insentif flskal.

“Dan memperbaiki kualitas belanja negara agar makin efektif, efisien dan produktif,” tambahnya.

Simak Video “Jokowi Beri Beasiswa hingga Kursus Pra-Kerja
[Gambas:Video 20detik]
(toy/fdl)