Deretan Bos Perusahaan Raksasa yang Potong Gaji Demi Lawan Corona

Sumber

Jakarta

Pandemi Corona (Covid-19) telah membuat keterpurukan bagi semua sektor industri di dunia.Banyak yang sudah dilakukan oleh bos-bos kepada perusahaannya dalam melawan krisis akibat Covid-19.

Beberapa CEO dan eksekutif perusahaan besar di dunia melakukan pemangkasan pada gaji mereka, bahkan ada yang melepas 100% gajinya dalam membantu krisis ekonomi perusahaan mereka.

Langkah pemotongan gaji pertama kali dilakukan oleh CEO dari Delta, Alaska, United Airlines, dan perusahaan penerbangan lainnya yang juga mengurangi kompensasi kepada jajaran eksekutif mereka.

Minggu lalu CEO Marriott (MAR), Arne Sorenson mengatakan tidak akan mengambil gajinya untuk tahun ini dan para eksekutif juga akan dipotong gajinya sebesar 50%.

Hal yang sama juga dilakukan oleh CEO Booking Holdings, Glen Fogel pada Senin lalu. Sedangkan pada Rabu diikuti oleh CEO Dick’s Sporting Goods (DKS), Ed Stack dan Presiden Lauren Hobart yang akan melepaskan gaji mereka.

Perusahaan lain, termasuk Ford, GE, dan Lyft telah mengambil langkah serupa.

Pelepasan gaji yang dilakukan banyak CEO dan eksekutif ini guna membantu perusahaan untuk tetap berproduksi dan berjalan di tengah pandemi Covid-19 yang mengganggu perjalanan bisnis dan keuangan perusahaan.

Namun, Profesor Bidang Hukum dan Direktur Fakultas Millstein Center di Columbia Universitas, Eric Talley mengatakan gerakan pelepasan gaji yang dilakukan oleh banyak CEO dan eksekutif perusahaan di dunia merupakan langkah yang ingin ditunjukkan ke para pekerja mereka.

Melansir dari CNN Bussines, jika banyak eksekutif dan CEO yang akan melepas gajinya untuk membantu krisis perusahaan. Mungkin, gerakan ini harus melalui penghitungan rincian pengurangan gaji mereka. Yang mana gaji pokok CEO dan eksekutif hanya sebagian kecil dari kompensasi kinerja mereka.

Misalnya gaji CEO United Airlines, Oscar Munoz dan Presiden Scott Kirby memiliki gaji pokok 9% atau US$ 1,25 juta atau setara Rp 20 miliar (kurs Rp 16.608) dari total kompensasinya sebesar US$ 10,5 juta (Rp 169 triliun) per tahun. Gaji pokok Kirby terdiri 16% dari total kompensasinya.

Maka, Eric Talley mengungkapkan kompensasi kinerja eksekutif perusahaan saja tetap tidak begitu membantu keuangan dan kondisi bisnis perusahaan akibat Covid-19.

“Bahkan jika para CEO dan eksekutif perusahaan tetap melepaskan gaji mereka tidak akan cukup menghemat biaya dan menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah krisis ini,” lanjut Talley.

Simak Video “Kades di Wonosobo Sumbangkan Gajinya Untuk Pencegahan Corona
[Gambas:Video 20detik](ang/ang)