Di Kaltim, BI Dorong Kerja Sama Ekonomi Syariah ke Pesantren

SAMARINDA, KOMPAS.com – Bank Indonesia ( BI) di Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya untuk mengembangkan perekonomian berbasis syariah. Untuk itu, BI membuka kesempatan bagi semua pesantren di Kaltim untuk mengajukan proposal permohonan kerja sama. 

Manajer Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBI Balikpapan Andi Palupi mengatakan, selama ini program pengembangan ekonomi syariah di Kaltim mati suri akibat sulitnya bekerja sama dengan pihak pesantren. 

“Kami kesulitan untuk menawarkan program-program ekonomi syariah karena tidak sedikit pesantren sudah memiliki program syariah sendiri,” kata Andi, Kamis (29/3/2018).

Sebelum membuka kerja sama dengan semua pesantren, sebelumnya BI hanya memilih pesantren khusus untuk diajak bekerja sama. 

Baca juga : Pegadaian Gandeng OJK dan MUI Gelar Literasi Keuangan di Pesantren

Sejumlah program pengembangan ekonomi syariah BI di Kaltim misalnya pembentukan klaster usaha dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Semua program ini menyasar pemberdayaan ekonomi syariah di pesantren. 

Andi berharap dengan dibukanya program ini maka semua pesantren di Kaltim mau bekerja sama dengan BI dalam membangun ekonomi berbasis syariah. Dia meyakini hal itu akan meningkatkan perekonomian Kaltim dari sektor yang halal.

“Silahkan semua pesantren boleh memasukkan proposal dan akan kami proses,” pungkasnya.

Baca juga : BI Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Kompas TV MES juga menyoroti potensi zakat dari pemotongan gaji PNS akan sangat besar.