Duh, Sederet Tantangan Masih Hantui Ekonomi RI Bulan Ini

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan kondisi ekonomi dunia sepanjang Agustus 2019. Secara keseluruhan, hasilnya tak menggembirakan.

Sri Mulyani mengatakan ekonomi negara berkembang terdampak akibat kondisi global tersebut. Kondisi ekonomi diperkirakan melemah hingga akhir tahun ini.

“Jepang masih tetap bertahan rendah. Negara-negara emerging juga masih rendah seperti Meksiko dan Argentina. Oleh karena itu, lingkungan global tidak berubah dan masih konsisten rendah sampai akhir 2019,” kata Sri Mulyani di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).

Komoditas batu bara masih mengalami tekanan dibarengi sektor migas. Meski begitu, harga minyak dunia sempat naik pasca serangan di kilang Saudi.

“Sampai hari ini belum jelas konteks dan follow up-nya dari sisi security dan geopolitiknya,” tuturnya.

Pelemahan ekonomi global, lanjut Sri Mulyani, harus diwaspadai karena negara maju melonggarkan kebijakan moneternya.

“Kebijakan moneter di negara maju menjadi longgar, baik dari suku bunga yang turun dan keinginan menambah likuiditas,” ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan tekanan ini tidak berdampak banyak ke negara berkembang. Indonesia disebut mendapatkan keuntungan dari kondisi ini.

“Tapi ini tidak berarti Indonesia bisa berpuas diri tapi tetap waspada untuk jaga stabilitas dan momentum ini,” katanya.

Simak Video “Luhut dan Sri Mulyani Diminta Berhati-hati Pose 1 Jari
[Gambas:Video 20detik]
(ara/fdl)