Ekonom: Otoritas Pajak di Indonesia Idealnya Berbentuk Semi Otonom

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengemukakan pendapatnya mengenai bentuk ideal otoritas pajak yang sebelumnya disinggung oleh Cawapres 02 Sandiaga Uno akan dipisahkan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal ini ia sampaikan dalam Diskusi Publik: Urgensi Reformasi Pajak yang dihelat oleh Pusat Edukasi dan Riset Perpajakan Indonesia (PERKASA) di Bangi Kopi,  Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Baca juga: PERKASA Gelar Diskusi Pajak: Paslon Capres Malu-Malu Bahas Strategi Perpajakan

“Sebenarnya bentuk apapun bukanlah menjadi masalah karena yang paling dibutuhkan adalah fleksibilitas badan pajak dalam mengelola organisasinya agar cepat menyesuaikan dengan iklim usaha dan perekonomian yang berlangsung. Tapi yang paling ideal adalah semi otonom di bawah kendali Presiden,” ujarnya.

Bahkan, kata Fithra, pertumbuhan ekonomi pada dasar tumbuh secara alami. Sehingga meski tanpa campur tangan Presiden dan Menteri Keuangan akan tetap tumbuh.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar 5 persen itu adalah pertumbuhan normal. Pertumbuhan normal akan tetap terjadi bahkan tanpa ada campur tangan pemerintah. Artinya tanpa ada Presiden atau Menteri Keuangan pun ekonomi tetap tumbuh” terang Fithra.

Doktor lulusan Universitas Waseda Jepang ini juga menambahkan perlunya penurunan tarif diberlakukan segera dalam rangka memberikan stimulus pajak bagi pelaku usaha.

“Tax Cut (penurunan tarif pajak) harus diberlakukan bersamaan dengan Tax Reform. Karena Tax Cut bertujuan memberikan kelapangan usaha bagi pelaku ekonomi dan masyarakat agar bisa leluasa menggunakan dananya untuk menambah konsumsi. Sedangkan Tax Reform adalah langkah pengaman untuk memperluas basis pajaknya” tutupnya.

Baca juga: Target Peneriman Pajak Naik Terus, Pengusaha Nilai Tak Rasional

Selain Fithra, diskusi publik ini juga menghadirkan Darussalam, M. Tax (Managing Partner DDTC),  Ajib Hamdani (Ketua HIPMI Tax Center),  dan dimoderatori oleh M. Andrean Saefudin (Sekjen PERKASA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *