Ekonomi Loyo Kalau APBN Cuma Rp 2 T

RMOL. Ekonomi masyarakat Indonesia bakalan tetap loyo dan tak meningkat apabila besaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) masih di angka Rp 2 ribu triliun.

Pakar Kebijakan Pembangunan, Hasudungan Sihombing menegaskan bahwa APBN yang hanya sebesar itu tak akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Kalau APBN hanya Rp 2 ribu triliun, mau pakai teori ekonomi apapun, pertumbuhan ekonomi kita itu paling 5 persen. Ga mungkin jadi 7 persen,” tegasnya dalam diskusi bertajuk ‘Hutang, Demi Pembangunan atau Kehancuran?’ di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (27/3).

Menurut dia, agar pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen seperti target awal pemerintah, maka APBN harus mencapai angka Rp 5 ribu triliun.

“Itu kalau masyarakat mau hidup enak. 10 tahun ke depan harusnya 10 ribu triliun. Sehingga enggak ada lagi yang teriak-teriak,” jelasnya.

Dengan sumber daya alam yang melimpah, kata Hasudungan, pemerintah harus mengelola kekayaan alam Indonesia dengan baik.

“Kekayaan alam kita itu melimpah. Dari minyak, emas, dan lain-lain. Dari emas saja, 153 gunung lagi yang belum ditambang,” tekan dia.

Namun, lanjut Hasudungan, alih-alih menambah APBN, pemerintah malah menambah utang luar negeri yang sudah pasti menggerus APBN itu sendiri. Padahal kurs rupiah semakin tergerus oleh dollar Amerika.

“Ingat. Belum pernah ada sejarahnya kurs dollar turun. Dengan kondisi seperti ini, kurs itu tidak ada batasnya,” tukasnya. [sam]