Faktor Ini, Indonesia Lebih PD Bila Ada Ancaman Krisis Ekonomi

Ahli Perdagangan Internasional Universitas Indonesia Faisal Fithra menyebut Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang cukup moderat saat ini.

“Kalau dibilang cukup kuat (secara fundamental) tidak terlalu, ya moderat lah setidaknya tidak buru-buru amat,” jelasnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dikatakan moderat sebab jika dibandingkan dengan Vietnam, Thailand dan Malaysia fundamental ekonomi dalam negeri cukup tertahan atau stagnan. Hal ini disebabkan oleh kegagapan dari sisi infrastruktur. Gencarnya pembangunan infrastruktur saat ini jadi jawaban mengenai hal ini. Tetapi sayangnya Indonesia perlu waktu jangka menengah dan jangka panjang.

Lalu apabila menghadapi krisis ekonomi, apakah Indonesia mampu bertahan? Faisal mengatakan seharusnya jika dilihat dari rupiah yang beberapa waktu lalu sempat merosot tajam akibat adanya faktor ekspektasi. Pemerintah sudah mampu melakukan koreksi dengan cara mengintervensi rupiah secara persistance.

“Kita melihat pemerintah sudah ke arah suatu untuk memperbaiki dg melakukan intervensi yg secara persistance. Relatif aman,” ujarnya.

Disamping itu, kata Faisal, adanya perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) juga dapa membuat kepercayaan diri pemerintah meningkat apabila siklus krisis sepuluh tahunan itu terjadi. Dalam hal ini menurut perhitungan Faisal adanya Pilkada bisa memberikan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi sebesar 0,13 pesen hingga 0,15 persen.

“Seharusnya sisi positif itu bisa bikin kita lebih percaya diri,” jelasnya.

Adapun, dari sisi regional Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya juga sudah memiliki hubungan yang lebih solid dibandingkan dengan yang terjadi pad tahun 1998. Kalau dilihat pada tahun 2008 secara relatif dibanding tahun 1998 kerja sama antar negara-negara asia jauh lebih kuat, ini sedikit banyak menurut beberapa kajian bisa memperbaiki bagaimana cara menghadapi jika krisis terjadi.

“Nah di tahun siklus krisis 10 tahunan apakah kita bisa selamat dari situ maka kita belajar dari yang terjadi pada tahun 2008,” terangnya.

Dengan penguatan regional serta memperkuat ekonomi domestik dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang konsisten maka Indonesia bisa lebih kuat dalam menghadapi krisis yang terjadi 10 tahunan.

(uji/JPC)