Gaji 13 dan 14 PNS untuk Hari Raya dan tahun ajaran baru

Pemerintah berencana memberikan gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR) atau gaji ke-14 kepada para pegawai aparatur negara. Tak hanya pegawai negeri sipil (PNS) aktif saja, para pensiunan juga akan menerima dua bonus gaji ini.

Saat ini, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pemberian THR Tahun Anggaran 2016 dan RPP tentang Pemberian Gaji ke-13 tersebut sedang dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

Setelah harmonisasi selesai, RPP tersebut akan dikembalikan lagi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), yang selanjutnya diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

“Penerima gaji ke-13 dan THR atau gaji ke 14 yang sumber anggarannya dari APBN terdiri dari PNS yang bekerja di instansi pemerintah pusat, anggota TNI, anggota POLRI, penerima pensiun, penerima tunjangan, pejabat negara,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB, Herman Suryatman, dalam detik.com, Selasa (17/5/2016).

Sementara penerima gaji ke 13 dan 14 yang sumber anggarannya dari APBD adalah PNS yang bekerja pada pemerintah daerah, gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan Wakil wali kota.

Adapun besaran THR atau gaji ke-14 lebih kecil dari gaji ke-13, yakni satu kali gaji pokok. Hal ini karena THR merupakan pengganti dari kenaikan gaji PNS setiap tahunnya, dengan tahun 2016 ini tidak ada kenaikan gaji pokok.

Untuk PNS aktif dan anggota TNI-POLRI, faslitas gaji ke 13 yang diterima meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum dan tunjangan kinerja. Sedangkan bagi pejabat negara meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan.

Untuk penerima pensiun, gaji ke 13 yang dibayar meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga dan atau tunjangan tambahan penghasilan.

Untuk THR alias gaji ke 14, akan diberikan sebesar gaji pokok secara 100 persen bagi PNS aktif, dan TNI-POLRI.

“Namun THR untuk penerima pensiun atau tunjangan hanya 50 persen dari pensiun pokok atau tunjangan bulan Juni 2016,” jelas Herman.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, menyatakan pencairan gaji ke-13 dan 14 itu bisa terjadi pada dua bulan yang terpisah. Salah satunya adalah di bulan Juli 2016.

Mekanisme pencairan, kata Bambang, akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, anggaran yang disediakan pemerintah untuk pencairan gaji ke-13 sebesar Rp7-8 triliun. Begitu juga untuk gaji ke-14 yang nominalnya tidak jauh berbeda.

Bila dicairkan dalam satu waktu, dimungkinkan dapat berpengaruh terhadap ketersediaan kas negara pada periode tersebut. Sehingga lebih baik memang dicairkan dalam dua bulan terpisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *