Menyikapi soal pencapaian target penerimaan pajak yang belum bisa maksimal, maka perlu ada pembenahan beberapa aspek yang lebih besar selain dengan sosialisasi taat pajak kepada masyarakat.

Menanggapi persoalan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, lembaga perpajakan seharusnya tidak dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak, melainkan lembaga tersendiri yang langsung dibawah presiden.

“Pengelolaan pajak harus dengan satu badan yang langsung di bawah presiden. Sehingga, penerimaan pajak bisa lebih besar didorong,” kata Ganjar, di Semarang, Senin (6/6).

Menurut Ganjar, jika perpajakan bisa langsung di bawah presiden maka dorongan untuk pencapaian penerimaan pajak bisa lebih besar.

Ganjar menambahkan masihbanyak wajib pajak yang belum memiliki kesadaran pribadi untuk melaksanakan kewajibannya, sehingga penerimaan pajak belum maksimal.

Lebih lanjut, politikus PDI-P itu mendorong kepada masyarakat untuk membayar pajak demi pembangunan bangsa. Terlebih lagi khusus untuk warga Jawa Tengah, sehingga kesadaran masyarakat akan kewajiban membayar pajak harus terus dibangun.