Golkar Berencana Uji Materi UU Pemilu agar JK Bisa Jadi Cawapres Jokowi

JAKARTA – Anggota Dewan Pembina Partai Golkar, Fahmi Idris mengatakan, partainya berencana mempertimbangkan kembali mengusung Jusuf Kalla (JK) mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Meskipun pihaknya sadar niatan itu terbentur ketentuan dalam Pasal 7 UUD 1945 juga UU Pemilu Pasal 169 huruf n Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang mengatur batas maksimal seseorang bisa menjabat selaku presiden dan wakil presiden sebanyak dua kali periode jabatan.

“Pak JK ini dihadapkan dalam satu ketentuan dalam konstitusi bahwa presiden ataupun wapres yang sudah dua kali memimpin sudah tidak bisa lagi,” ungkap Fahmi di Kantor DPP Partai Golkar, Anggrek Nelli, Jakarta Barat, Selasa (27/3/2018).

BERITA TERKAIT +

Oleh karenanya, Fahmi berencana untuk mengajukan peninjauan kembali atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pasal yang mengatur tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden lewat partainya ataupun melalui perorangan.

“Bisa orang-orang, juga bisa oleh Golkar, tapi kemungkinannya dimajukan oleh orang,” katanya.

Akan tetapi bila upaya itu gagal, Fahmi menyatakan partai berlambang beringin ini akan mencari sosok cawapres lainnya untuk mendampingi Jokowi.

(Baca juga: JK Akui Banyak Nama Cawapres Jokowi yang Sudah Dibicarakan)

“Tapi kalau ternyata tidak, tentu Golkar akan mencari calon yang lain, yang menurut pertimbangan kami mencari tokoh lain itu tidak terlalu sulit dan rumit, karena kita punya calon,” imbuh dia.

Jusuf Kalla sendiri sudah menegaskan tidak akan maju kembali dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Ia mengaku memberikan kesempatan kepada tokoh yang lebih muda untuk mendampingi Jokowi.

Kendati demikian, Kalla mengungkapkan tetap mendukung Jokowi bila yang bersangkutan kembali maju menjadi calon presiden dalam Pilpres 2019. Pasalnya, usia Jokowi masih muda dan memiliki kapasitas untuk mengelola negara.

“Pak Jokowi kan masih muda dibanding saya, otomatis dukung, beliau maju. Tentu kita mendukung beliau, bagaimana caranya nanti kita lihat,” ucapnya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 13 Februari 2018.

(qlh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *