Identitas Pegawai Pajak yang Kena OTT di Bangka hingga Terungkap Modusnya yang Peras …

Sumber

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Operasi Tangkap Tangan (OTT) pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka, Ramli Aruan ternyata prihal pemerasan terhadap wajib pajak.

Ramli diduga berjanji dapat menunda pemeriksaan wajib pajak apabila ia diberi sejumlah uang.

Berikut fakta tentang kasus pemerasan yang dilakukan oknum pegawai KPP Pratama Bangka tersebut.

1. Terkait Tunggakan Rp 700 Juta

Dikutip dari tempo.co, pegawai yang bertugas di bidang account representatif tersebut ditangkap setelah wajib pajak yang diperas dan merasa tertekan melaporkan tindakannya ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung.

“Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan melaporkan kewajiban membayar pajak kepada wajib pajak dengan SMS adanya tunggakan Rp 700 juta. Tersangka berjanji akan menunda pemeriksaan wajib pajak tersebut apabila diberikan sejumlah uang,” ujar Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Indra Krismayadi, Senin, 16 April 2018.

Wajib pajak, menurut Indra, keberatan karena perusahaannya sudah lama tidak beroperasi dan tidak ada transaksi keuangan. Meski begitu, pelaku tetap memaksa.

Salah satu petugas Pajak yang tertangkap OTT Salah satu petugas Pajak yang tertangkap OTT (Bangka Pos/ Deddy Marjaya)

Menurut Indra, wajib pajak yang saat ini berstatus saksi korban melaporkan ke polisi karena kasus pemerasan itu. Dia menyerahkan uang yang diminta oleh oknum tersebut dengan iming-iming penundaan pemeriksaan tindak lanjut kewajiban wajib pajak.

“Saat itu kita lakukan penyidikan dan pelaku ditangkap usai menerima uang dari korban di salah satu cafe di Pangkalpinang,” ujar Indra.

Wajib pajak yang melaporkan hal tersebut saat ini statusnya adalah saksi.