IHSG Intip Peluang Menguat Hari Ini

Sumber

Jakarta

Pada perdagangan Selasa (24/03) IHSG kembali ditutup melemah sebesar 1.30% ke level 3.937.63.

Delapan dari sepuluh indeks sektoral ditutup dalam teritori negatif, di mana sektor aneka industri dan properti memimpin pelemahan masing-masing
sebesar 4.57% dan 2.92%. Adapun saham yang menjadi pemberat indeks; BBRI, BMRI, ASII, TLKM, UNVR.

Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) senilai Rp 631 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 3.27% ke level 16.500.

Sementara itu semalam (25/03) bursa saham Wall Street ditutup variatif dengan kecenderungan menguat, indeks Dow Jones dan S&P naik masing-masing sebesar 2.33% dan 1.15%. Sedangkan Nasdaq melemah sebesar 0.45%.

Sehari sebelumnya Wall Street juga berhasil rebound di mana ketiga indeksnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini terdorong oleh optimisme pasar menyikapi langkah kebijakan pemerintah untuk melakukan stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya pemerintahan presiden Donald Trump mengatakan telah menyetujui RUU stimulus ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, langkah tersebut mencakup dana hingga US$ 500 juta untuk mendukung sektor industri yang sangat terdampak akibat pandemi virus ini serta pembiayaan langsung setara US$ 3.000 untuk masing-masing orang.

IHSG ditutup turun sebesar 1,3% ke level 3.937. IHSG ditutup bearish candle. Adapun indikator Stochastic konsolidasi area oversold dan MACD histogram bergerak ke Arah Positif dengan Volume turun. Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat dengan pergerakan di kisaran 3.837 – 4.123.

Simak Video “Dolar Tembus Rp 14.200
[Gambas:Video 20detik](eds/eds)