Indonesia Didorong Kembangkan Inovasi Lokal

 

(infomoneter.com) -Untuk mengerti atas inovasi di Indonesia yang berkembang, menurut pengajar bidang Inovasi dan Penetapan & Penetapan Penasehat di Universitas Prasetiya Mulya, Ade Febransyah, bisa dilacak dengan mudah pada bagaimana orang Indonesia mengonsumsi barang yang dipakai sehari-hari Orang yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan luar negeri.

Ini penyebab, kata Ade, orang indonesia masih beranggapan produk-produk lokal kita selalu kalah bersaing dengan produk-produk luar negeri. Lepas dalam beberapa hal, Indonesia terbukti bisa menginspirasi produk-produk inovatif yang mampu masuk ke pasar global. Untuk itu, bagi Ade, Indonesia perlu terus berupaya untuk mengembangkan inovasi-inovasi lokal, yang muncul dan tercipta di Tanah Air.

Hal itu mengemuka dalam sebuah seminar Dialog Bisnis bertajuk “Inovasinya Indonesia: Mencari Pembuat Masa Depan” yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, di kampus Cilandak, Selasa (24/10/2017) lalu. Selain dari kalangan akademisi, seminar juga dihadiri pembicara praktisi bisnis, Direktur Inovatif dan Inovasi Perusahaan Martha Tilaar Group, Kilala Tilaar, Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia, Pratjojo Dewo Sridadi, dan Ketua Dewan Penasehat Sekolah Ilmu Hayati dan Teknologi ITB , Artissa Panjaitan.

“Globalisasi ekonomi dan liberalisasi di berbagai sektor industri tidak terhindari”, jelas Ade. “Konsekuensinya jelas; pelaku bisnis di Tanah Air harus siap menghadapi pemain-pemain global di negerinya sendiri. Untuk bisa bertahan dan sukses dalam persaingan yang sangat keras, tidak ada cara lain bagi dirimu selain berdaya saing tinggi. Nah, salah satu strategi perusahaan untuk tetap bertahan dan sukses dalam persaingan adalah strategi berbasis inovasi “, tambahnya.

Sumber Kekayaan Lokal Indonesia

Untuk itu diperlukan kepekaan kreatif para penginovasi, yang menurut terjemah pembicara dalam seminar, sebutkan istilah “pertama-tama harus berangkat dari kebutuhan dan masalah nyata di masyarakat”.

Menurut Kilala Tilaar, itu penting sumber untuk digali dari negeri sendiri. Dari dunia peranti lunak di darat air, Indonesia adalah negara dengan biodiversitas plus kekayaan laut terkaya di dunia bila dibandingkan dengan Brasil yang memiliki kekayaan biodiversitas terlengkap sejagat. “Brasil mungkin yang pertama ya dalam hal biodiversitasnya. Tapi kalau kita mengombinasikan biodiversitas indonesia dengan kekayaan lautnya, kita ini nomor satu di dunia, “ungkap Kilala, sembari menyatakan bahwa perusahaannya selalu mendasarkan kegiatan inovasinya dari kebutuhan lokal dengan menyesuaikan dengan kekayaan dan kebudayaan lokal yang ada di indonesia.

Di industri lain, ungkap Pratjojo Dewo, juga demikian. “Alat yang dimaksud alat berat atau alat berat itu digunakan untuk pekerjaan konstruksi dan pertambangan. Namun untuk kebutuhan khusus di indonesia pada sektor kehutanan dan agro industri, alat-alat berat itu harus dikembangkan sesuai kebutuhan di sini. Maka, lahirlah excavator hidrolik yang pertama khusus untuk pekerjaan penebangan dan pengangkatan kayu di indonesia. Di sinilah kita butuh berinovasi sesuai dengan gambar di lapangan “, jelas Dewo.

Inovasi itu dengan demikian tak harus berarti “disrupsi”, yang mana menurut Ade, sudah seperti menjadi mantra bagi banyak pelaku bisnis. “Kita ini terlalu gagap dengan istilah ini. Banyak perusahaan saat ini ingin menjadi disruptor hanya karena ingin beda dengan yang lain, menawarkan nilai yang sama sekali sebelumnya dari sebelumnya. Yang yang disasar adalah pelanggan dengan kebutuhan yang sama “, kritiknya. “Pada akhirnya disrupsi atau inovasi itu harus menuju pada bagaimana kita bisa menawarkan solusi yang tepat pada costumer, yang dalam istilah periset dari Harvard, Clayton Christensen, sebagai Job to Be Done”, urai Ade lagi.

Menyiasati Miskinnya Biaya R & D

Namun demikian, menurut Ade, inovasi lokal ini masih akan menghadapi tantangan berat di indonesia. “Dengan rasio biaya R & D terhadap penjualan per tahun yang masih jauh di bawah 1%, sulit diharapkan bagi pelaku usaha di sini untuk benar-benar melakukan inovasi yang sesungguhnya”, katanya.

Untuk itu, jelas Ade, para pelaku bisnis di indonesia perlu memperhatian empat hal penting ini. “Pertama, di pasar, tidak bisa lagi ditawar pelaku bisnis harus menawarkan produk dan layanannya dari masalah nyata di masyarakat pengguna. Ketepatan solusi atas masalah yang ada menjadi penentu kesuksesan berinovasi. Kedua, perspektif infrastruktur perusahaan, pelaku bisnis harus memiliki kemampuan dari segala sumber daya yang dimiliki dan proses bisnis yang dijalani. Ketiga, perspektif jejaring inovasi. Sukses berinovasi atas semua pemangku kepentingan dalam jejaring inovasi. Pemasok, institut riset, universitas, tempat finansial, rumah desain dan produksi merupakan aktor utama yang mendukung suksesnya berinovasi. Terakhir, perspektif regulasi. Dengan regulasi tepat yang berpihak pada inovasi dapat menumbuhkembangkan iklim berinovasi perusahaan dan nasional “, pungkas Ade. (Kormen).

Infomoneter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *