Infrastruktur RI Kalah dari Negara Lain, Darmin: karena Krisis 98

Sumber

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan krisis keuangan pada tahun 1998 telah membuat sistem infrastruktur Indonesia ketinggalan dengan negara-negara lain di Asia.

Sejak krisis 1998, Darmin menceritakan, Pemerintah membutuhkan waktu yang lama untuk menyelamatkan Indonesia dari jurang krisis.

“Krisis tersebut benar-benar berpengaruh terhadap ekonomi kita, antara lain dampaknya kita kurang kemampuan untuk membangun infrastruktur,” kata Darmin saat menjadi pembicara kunci di acara Seminar Nasional KPPIP, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

“Kalau kita lihat posisi kita di dunia dalam pembangunan infrastruktur, kita benar-benar tertinggal,” tambahnya.

Dengan ketertinggalan tersebut, Darmin menceritakan itu menjadi alasan Pemerintahan kabinet kerja memprioritaskan pembangunan infrastruktur selama lima tahun atau pada periode pertama.

Dikatakan Darmin, tertinggalnya sistem infrastruktur Indonesia dikarenakan sulitnya membiayai projek pembangunan itu sendiri. Apalagi pasca keluar dari jurang krisis 1998.

“Karena setelah krisis 98 kita kesulitan membiayai infrastruktur, mahal dan lama,” tegas dia.

Oleh karena itu, Mantan Dirjen Pajak ini mengungkapkan bahwa keberadaan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) bisa mempercepat pembangunan infrastruktur di tanah air.

“Momen ini kita coba gunakan untuk sebetulnya mau mengevaluasi satu per satu nggak, secara gabungan itu kita sudah sampai di mana, perbaikan sudah terjadi,” ungkapnya.

Simak Video “Melihat Lagi BJ Habibie Bicara tentang Infrastruktur Negeri
[Gambas:Video 20detik](hek/fdl)