pmTsHjvii96GPjQAwi-agzZG4CB4ZbnTkjdLI4picFg

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf: Tantangan Pelaku Usaha ialah Peralihan Bisnis, dari Konvensional ke Bisnis Berbasis TI

Infomoneter.com-Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU), pada Rabu (25/10/2017) sukses menggelar  forum internasional persaingan usaha, atau disebut Jakarta International Competition Forum (JICF).

Forum internasional bergengsi tersebut, digelar tiap dua tahun sekali, dan JICF tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kali keduanya.

“JICF tahun ini berfokus pada “Disruptive Innovation, Competition Policy and Challenges to Emerging Markets. Tema inirelevan dengan kondisi perkembangan pasar saat ini yang mulai banyak diwarnai dengan penggunaan teknologi digital,” ujar Ketua KPPU Syarkawi Rauf di di Hotel Kempinski, Jakarta Rabu (25/10/2017.

Menurutnya, tema tahun 2017 ini, terkait digital economy, ini menjadi sangat penting karena di berbagai negara sudah banyak pengalaman, usaha digital, ada yang sukses dan ada  yang tidak. Sehingga kata dia, KPPU ikut serta mengawasi transisi yang konvensional ke digital,” ujar Syarkawi.

Forum internasional yang menghadirkan praktisi persaingan usaha nasional dan internasional, itu, memaparkan banyak isu mengenai perkembangan teknologi digital dan persaingan usaha yang terjadi di negara lain. Seperti di Amerika Serikat yang terjadi  perdebatan antara platform transportasi online dan offline. Di Indonesia ada aplikasi Go-Jek, Uber, dan Grab, KPPU juga hadapi pertanyaan terkait dengan switch konvensional ke online.

Hal menarik dalam diskusi ini adalah  mengenai sikap pemerintah dalam menghadapi teknologi digital yang semakin berkembang pesat. Dimana pemerintah akan membuat regulasi terkait dengan perkembangan ekonomi digital.

Syarkawi Rauf mengatakan tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha di Indonesia adalah peralihan bisnis dari yang bersifat konvensional ke bisnis berbasis teknologi dan informasi. Sehingga, hal ini menjadi perhatian pemerintah dan lembaga terkait untuk mengelola agar perkembangan ekonomi digital ini tidak menjadi inovasi yang mengganggu (disruptive innovation).

Menurutnya, di berbagai negara switch dari transportasi maupun bisnis yang bersifat konvensional ke online platform ini sangat cepat. Sehingga tantangan yang kita hadapi di Indonesia dan saya kira di negara berkembang lainnya adalah bagaimana mengelola masa transisi ini dari bisnis konvensional ke bisnis platform teknologi informasi ini.

Syarkawi Rauf  mengatakan, inovasi digital ini juga berkembang di hampir seluruh sektor ekonomi, seperti e-commerce, transportasi, dan lain-lain. Terutama yang tengah terjadi di Indonesia saat ini adalah penggunaan uang elektronik (e-money, salah aatunya di jalan tol.

Sehingga kata dia, perlu proses tata kelola dan manajemen yang baik sehingga tidak merugikan salah satu pihak. Baik di incumbent di industri maupun pendatangan baru. Kemudian bagaimana konsumen memperoleh keuntungan dari perkembangan ekonomi digital.

Memang kata dia, tata kelola ekonomi digital di negara lain pun juga terasa sulit, bahkan kerap menimbulkan kegamangan. Untuk itu, KPPU juga mengundang lembaga dari berbagai negara untuk saling bertukar pikiran dalam menyelesaikan masalah ini. KPPU ingin mendapatkan pengalaman dari berbagai negara. Terutama  sharing pengalaman mereka bagaimana mereka menghadapi disruptive inovation yang berkembang cepat. (kormen)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Infomoneter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *