Kondisi Ekonomi Indonesia Jauh dari Krisis

BOEDIONO: KONSISTENSI KEBIJAKAN, KUNCI KEBANGKITAN EKONOMI RI (4)

Kondisi Ekonomi Indonesia Jauh dari Krisis
Oleh Triyan Pangastuti dan Primus Dorimulu | Kamis, 29 Maret 2018 | 11:28

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara. Foto: fiskal.depkeu.go.id

Kondisi ekonomi Indonesia saat ini, kata Suahasil Nazara, jauh dari krisis. Pengelolaan fiskal sudah jauh lebih prudent. Dulu, sebelum krisis ekonomi 1998, mayoritas utang RI dalam dolar AS.

 

Belum ada surat berharga negara, di antaranya surat utang negara (SUN). Utang Indonesia tidak hanya dalam beberapa mata uang asing selain dolar, melainkan juga dalam rupiah.

 

Kualitas pengelolaan utang RI cukup bagus. Pemerintah, kata Suahasil, memperhatikan profil jatuh tempo utang agar tidak terbebani. Tenor utang rata-rata sembilan tahun. Pemerintah juga selalu menjaga hubungan baik dengan kreditur dan pasar.

 

Utang pemerintah dijaga dan saat ini bawah 30% dari produk domestik bruto (PDB). Ditambah utang swasta pun, rasio utang terhadap PDB masih di bawah 60%. Defisit fiskal dijaga di bawah 3% dari PDB.

 

Saat ini, kata Agus Martowardojo, cadangan devisa mencapai US$ 130 miliar. Dengan posisi cadangan devisa sebesar ini, bank sentral mampu melayani permintaan importir dan pengusaha yang hendak membayar utang luar negeri. Kurs rupiah dijaga pada level yang sesuai dengan fundamental ekonomi. Pada 2016, depesiasi rupiah terhadap dolar AS sebesar 2,3%, tahun 2017 sebesar 0,71%, dan kuartal I-2018 sebesar 1,25%. (ac/ts/az)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/tidak-ada-kesepahaman-antarmenteri/173835

Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!