KSP sebut jalur Pansela berpotensi buka akses pemerataan ekonomi

Sumber

Merdeka.com – Pemerintah optimis keberadaan trans Jawa, khususnya jalur Pantai Selatan (Pansela) dapat memberi efek domino bagi pembangunan perekonomian masyarakat.

BERITA TERKAIT

Diharapkan, pemerintah daerah dan investor dapat bergerak cepat menggarap potensi-potensi lokal, untuk dijadikan pusat perekonomian baru yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengatakan, pembangunan jalur Pansela tidak hanya sebatas untuk mengurangi kepadatan lintas utara dan tengah Pulau Jawa. Lebih dari itu, bertujuan juga untuk membuka akses pemerataan ekonomi di jalur selatan.

“Dengan pergerakan melalui selatan, saya yakin para pemudik akan terinspirasi bahwa ada potensi dan kekuatan baru yang perlu eksplorasi untuk kepentingan ekonomi kedepan,” ujar Moeldoko, Kamis (14/6).

Diyakini, banyak potensi lokal, mulai dari sumber daya alam hingga kekayaan budaya, yang bisa menjadi pemantik pembangunan ekonomi masyarakat, dalam jangka menengah dan panjang.

Adapun pembangunan sentra-sentra perekonomian tersebut nantinya disokong oleh berbagai sektor. Mulai dari sektor ekonomi pertanian, ekonomi industri, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga UMKM.

Dari sisi pertanian, keberadaan jalur Pansela itu akan mempermudah akses distribusi hasil panen, sehingga membuka peluang bagi pasar besar untuk mengambil langsung kepada para petani. Di sektor industri, diharapkan akan muncul pabrik baik skala besar maupun menengah di kawasan tersebut, sehingga dapat menyerap tenaga kerja.

Sedang dari sisi ekonomi kreatif, diharapkan keberadaan Pansela dapat memancing masyarakat untuk menghasilkan kerajinan lokal yang memiliki nilai ekonomis. Sementara dari sisi pariwisata, dapat memberikan pendapatan bagi daerah, serta menggeliatkan UMKM dan industri rumahan.

“Dalam jangka pendek akan memberikan pengaruh kepada ekonomi mikro, dan pada jangka panjang akan memberikan inspirasi yang perlu digali,” kata mantan Panglima TNI ini.

Sementara itu, pendiri KAHMI Preneur Kamrussamad meminta diperlukannya komitmen antara pemerintah dan investor untuk membuka ruang bagi pelaku UMKM atau pengusaha lokal.

“Ketika mereka memiliki ruang dan penjualannya meningkat, maka akan berefek kepada peningkatan produksi UMKM-nya. Artinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” imbuhnya. [rhm]