Pablo 'Ikan Asin' Pernah Dipanggil Satgas Investasi, Tapi Mangkir

Sumber

Jakarta – Kasus ‘Ikan Asin’ bukan perkara pertama yang menimpa Pablo Benua. Dia juga pernah tersandung kasus investasi bodong.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Wasapada Investasi pada 11 Januari 2017 pernah mengeluarkan daftar 6 perusahaan investasi yang tak berizin. Salah satunya adalah PT Inti Benua Indonesia.

Saat itu Pablo Benua sendiri berstatus sebagai pimpinan perusahaan. Perusahan tercatat beralamat di Jalan M. Yusuf Raya I . Kav. 38A. Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Mengutip siaran pers OJK dan Satgas Waspada Investasi 11 Januari 2017, Pablo Benua pernah dipanggil beberapa kali namun dia selalu mangkir.

Pemanggilan pertama dilakukan pada 5 Oktober 2016. Saat itu Satgas Waspada Investasi mengundang PT Inti Benua Indonesia untuk menjelaskan mengenai produk dan proses bisnis PT Inti Benua Indonesia. Namun, Pablo selaku direksi PT Inti Benua Indonesia tidak hadir.

Lalu pada tanggal 31 Oktober 2016, Satgas Waspada Investasi kembali mengundang direksi PT Inti Benua Indonesia, namun kembali tidak hadir.

Kegiatan yang dilakukan PT Inti Benua Indonesia adalah kegiatan yang menyerupai dengan lembaga pembiayaan. Untuk melakukan hal itu tentu diperlukan izin.

Modus operandi dari perusahaan bodong Pablo adalah menawarkan kepemilikan kendaraan kepada konsumen. Konsumen pertama kali harus membayar biaya administrasi.

Besaran administrasi untuk mobil sebesar Rp. 5.000.000 dan untuk motor sebesar Rp. 750.000. Kemudian mengisi formulir pemesanan unit dan kelengkapan data pribadi.

Selanjutnya konsumen harus membayar deposit sebesar 54% dari harga OTR kendaraan yang diinginkan serta menandatangani kontrak HGP IBIS.

Setiap tahun harus konsumen harus membayar deposit untuk mobil sebesar 10% dan untuk motor sebesar 15%. Maksimal jangka waktu yang diberikan satu kali melakukan kontrak tiga tahun.

Di akhir kontrak selama tiga tahun, mobil dikembalikan dan dana deposit dikembalikan tapi dipotong 10%. Sedangkan untuk motor, dana deposit dikembalikan tetapi dipotong 15% atau menjadi hak milik dengan menambah biaya 15%.

Pablo 'Ikan Asin' Pernah Dipanggil Satgas Investasi, Tapi Mangkir

Simak Video “Barbie Kumalasari Sebut Galih Ginanjar Dijebak oleh Pablo dan Rey Utami”
[Gambas:Video 20detik](das/hns)