Para Ekonom Terpecah Atas Rencana Pengurangan Stimulus BoJ – Polling Reuters

Sumber

Menurut jajak pendapat Reuters terbaru yang dipublikasikan hari ini, para ekonom tetap terbagi pada kapan Bank of Japan (BoJ) akan memulai rencana tapering sementara mereka percaya pemerintah Jepang perlu mempromosikan lebih banyak investasi dan inovasi perusahaan.

Temuan Penting:

“Jepang juga akan melanjutkan kenaikan pajak penjualan tahun depan seperti yang direncanakan, analis mengatakan, meskipun ekonomi tampaknya berada dalam kondisi sulit setelah kontraksi pada kuartal pertama.

Ditanya apa yang paling dibutuhkan Jepang di antara tujuan-tujuan kebijakan tersebut, 14 ekonom memilih “investasi dan inovasi”, 14 juga memilih “menerima lebih banyak pekerja asing” dan sepuluh mengatakan menaikkan pajak penjualan Oktober mendatang.

Delapan memilih “mempromosikan lebih banyak pekerja wanita dan lansia”, jajak pendapat 5-12 Juni menunjukkan.

Ditanya tentang target terbaik untuk tingkat inflasi konsumen Jepang, 17 dari 38 ekonom mengatakan sekitar 1 persen dan 16 mengatakan sekitar 2 persen, menurut jajak pendapat.

Para ekonom memproyeksikan indeks harga konsumen inti, yang termasuk produk-produk minyak tetapi tidak termasuk makanan segar, akan naik 0,9 persen tahun fiskal ini, yang dimulai pada bulan April.

Inflasi harga konsumen inti hanya terlihat naik sedikit ke 1,0 persen untuk fiskal 2019, tidak termasuk dampak dari kenaikan pajak penjualan yang direncanakan pada Oktober 2019. Perkiraan 2019 hanya sedikit lebih tinggi dari survei terakhir pada bulan Mei.

Ketika ditanya kapan BoJ kemungkinan akan mulai melonggarkan kebijakan stimulusnya, 17 ekonom memperkirakan akan terjadi pada tahun 2019 dan 15 mengatakan pada 2020 atau sesudahnya, kurang lebih sama seperti pada jajak pendapat sebelumnya.

Hanya empat yang memperkirakan bank sentral akan memulai tapering tahun ini.”