Penerimaan Pajak Restoran di Kuartal Pertama Sumbang Rp 6,5 Miliar

Sumber

PRIGEN – Keberadaan sejumlah restoran di Kabupaten Pasuruan turut andil menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Pasuruan. Sampai kuartal pertama 2018, penerimaan pajak restoran sudah mencapai Rp 6,5 miliar.

Menjamurnya usaha kuliner dan kafe itu membuat penerimaan sudah mencapai 38,32 persen dari target sebesar Rp 17 miliar sampai akhir tahun nanti.

Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, iklim usaha rumah makan, kafe, sampai katering memang cukup baik. Ini, terlihat dari penerimaan pajak restoran di awal tahun sudah mencapai target per kuartal.

“Padahal, target per kuartalnya rata-rata 33 persen. Jadi, untuk kuartal pertama, memang lebih tinggi dari target yang kami rencanakan,” terang Syafi’i.

Ia menjelaskan, terdongkraknya penerimaan pajak restoran ini lantaran bisnis usaha kuliner memang makin menjamur. Tak hanya kafe, tapi juga rumah makan baru terus bertambah.

Menjamurnya rumah makan baru itu, paling banyak didapati di wilayah barat. Khususnya, Pandaan dan sekitarnya. Sebab, ruas jalan setempat masuk wilayah strategis. “Apalagi banyak rumah makan yang terkenal. Sumbangan ke retribusi pajak restoran juga tinggi,” jelasnya.

Syafi’i menjelaskan, kegiatan bisnis kuliner atau rumah makan memang sedang bagus. Hal ini ditunjang dengan tingginya pertumbuhan ekonomi yang membuat banyak masyarakat yang bepergian memanfaatkan jasa rumah makan atau restoran.

Dari catatan Badan Keuangan Daerah, penyumbang pajak restoran mencapai kurang lebih 325 pembayar mulai dari rumah makan, warung, sampai depot.

Namun, untuk penerimaan pajak restoran BKD memang hanya menerima laporan dari pembukuan rumah makan dan membayar 10 persen dari hasil pembelian makanan dan minuman.