Pengampunan pajak untungkan tiga sektor

Penerimaan pajak dari implementasi Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty dinilai akan memberikan ruang gerak dalam penyaluran dana untuk kepentingan pembangunan infrastruktur.

Publikasi PT Henan Putihrai yang ditayangkan bisnis.com,menyebut tiga sektor yang akan diuntungkan dari implementasi program tersebut, yakni infrastruktur, konstruksi, dan bahan material.

Peningkatan pembangunan itu akan menopang pertumbuhan permintaan barang material seperti semen dan beton. Pertumbuhan permintaan semen untuk kepentingan infrastruktur diperkirakan akan menyebabkan peningkatan pada Produk Domestik Bruto (GDP) industri semen.

Pemerintah memperkirakan potensi pajak yang masuk dari program Pengampunan Pajak adalah sebesar Rp165 triliun. Dana tersebut sebagiannya direncanakan akan digunakan untuk menutupi defisit fiskal mencapai Rp313,4 triliun atau 2,4 persen dari GDP.

Untuk mendukung hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, menilai perlu diterbitkannya outlet investasi baru yang memperkaya pilihan instrumen investasi yang sudah ada seperti obligasi infrastruktur dan obligasi pembiayaan properti melalui institusi hipotek nasional.

Berdasarkan Global Financial Integrity yang diterima Bank Indonesia, terdapat dana luar negeri yang akan masuk ke Indonesia sebesar Rp3.147 triliun.

“Dengan tax amnesty penerimaan pajak dari masuknya dana tersebut sebesar Rp53,4 triliun atau mengurangi defisit fiskal. Dan repatriasi dana sebesar Rp50 triliun,” tutur Agus.

Senada dengan Agus, Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juda Agung, menjelaskan uang yang sudah masuk memang harus dikunci paling tidak selama tiga tahun. Hal ini agar dana tersebut tidak kembali kabur ke luar negeri.

“Jadi harus ada special deposito account atau trustee agar bisa dimonitor,” kata Juda, dalam katadata.co.id.

Juda sepakat pemerintah perlu menyiapkan instrumen yang bergerak di dalam pembiayaan sektor riil seperti infrastruktur. Hal ini mengacu kepada skema Cagamas yang digunakan oleh negara tetangga, Malaysia, yakni Cagamas Bond.

Instrumen ini akan membeli hipotek (mortgage) dari bank untuk diamankan dan ditempatkan di outlet pembiayaan sektor riil. “Apakah untuk infrastruktur atau untuk perumahan,” katanya.

Sebagai antisipasi masuknya dana dalam jumlah jumbo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyiapkan tiga bank Badan Usaha Milik Negara sebagai manajer investasi pengelola dana repatriasi. Ketiga bank pelat merah itu yakni PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (BNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sebenarnya pemerintah menyiapkan lima perusahaan yang akan menjadi pengelola dana repatriasi tersebut. Sayang, dia masih enggan membeberkan dua institusi keuangan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *