Perdagangan Global hingga Konsumsi Swasta Jadi Risiko Ekonomi RI

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Frederico Gil Sander mengatakan selama 15 tahun terakhir, kebijakan fiskal Indonesia hanya fokus pada stabilitas makroekonomi saja.

Dia menyarankan Indonesia lebih fokus memperhatikan 60 persen keluarga menengah bawah pada 2018. Hal ini guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.

“Untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, Indonesia perlu melakukan belanja lebih efektif untuk pendidikan, membelanjakan lebih banyak di bidang prioritas seperti infrastruktur, kesehatan, dan juga bantual sosial,” kata dia.

Dalam laporannya, Bank Dunia memperkirakan pengeluaran pada pemilihan umum (pemilu) dan harga komoditas yang lebih baik akan memberikan dorongan pada perekonomian Indonesia. Hal ini juga memicu peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Menakar Prospek Ekonomi Indonesia pada 2018