PERKASA Gelar Diskusi Pajak: Paslon Capres Malu-Malu Bahas Strategi Perpajakan

Press Release

Pusat Edukasi dan Riset Perpajakan Indonesia (PERKASA) menggelar Diskusi Publik dengan tema Urgensi Reformasi Pajak: Indeks Ketaatan Pajak vs Tradisi Pungli Rabu (4/4/2019) di Bangi Kopi Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sekjen Perkasa M. Andrean Saefudin, SH menjelaskan bahwa diskusi publik ini dihelat untuk menggali program dan rencana peserta pilpres 2019 di bidang perpajakan dan penerimaan negara.

“Sejak awal kampanye sampai dengan debat terakhir, kami mengamati Paslon Pilpres saat ini kurang memberikan perhatian yang serius soal dari mana mereka mendanai program kerja yang disusun. Padahal pajak menopang hampir 80% penerimaan negara.”.

Praktisi hukum yang biasa dipanggil Andre ini berpendapat bahwa sudah seharusnya paslon peserta pilpres menjelaskan strategi bagaimana cara mereka meningkatkan Tax Ratio yang masih jauh di bawah standar negara lainnya.

“Sempat mereka singgung soal penurunan tarif, tetapi itu saja tidak cukup. Pajak dan PNBP masih dianggap beban oleh sebagian pengusaha, sementara pada realitanya, praktek usaha juga sering berlaku praktek pungli. Akhirnya pengusaha mencoba mengecilkan biaya pajaknya untuk menutup pungli.”, tegasnya.

Diskusi ini menghadirkan Darussalam, SE. Ak. MSi. (Managing Partner DDTC), Dr. Fithra Faisal Hastiadi (Ekonom UI), dan Ajib Hamdani (Ketua HIPMI Tax Center).

Cawapres Prabowo Subianto, Sandiaga Uno sempat mengemukakan soal pemisahan Ditjen Pajak dengan Kementerian Keuangan, yang diharapkan mampu mengatrol Tax Ratio hingga 16%.

TKN Jokowi-Ma’ruf Mukhamad Misbakhun menanggapi pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa rencana pemisahan Ditjen Pajak dari Kemenkeu sudah tercantum dalam RUU KUP yang saat ini sedang dalam proses politik untuk dibahas Pemerintah dalam hal ini Kemenkeu bersama DPR.

“Masyarakat membutuhkan solusi masalah pajak ini, karena menjadi poin yang langsung menyentuh hajat hidup mereka. Kalau memang pembentukan Badan Pajak adalah solusi, tentu ini harus menjadi perhatian serius dari kedua peserta pilpres, agar terang benderang dan jelas di mata calon pemilih mereka.”, pungkas Andre.

Redaksi Corong:

View Comments (0)