Pertamina Resmikan Lifting Perdana Minyak Salawati di Papua

Jakarta – Pertamina EP Asset 4 Papua Field meresmikan lifting perdana minyak salawati mix yang berasal dari lapangan produksi Salawati menuju kilang Pertamina RU VII Kasim di Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Dalam peresmian yang diadakan pada Sabtu (21/09/2019) tersebut, sebanyak 3.700 barel minyak ditransfer dengan menggunakan Oil Barge Sungai Mentaya (OBSM) dari Kanal Salawati, menuju jetty II Pertamina RU VII Kasim.

Kegiatan ini diresmikan secara seremonial yang dihadiri oleh Papua Field Manager, Abdul Rachman Para Buana, dan Pjs General Manager Pertamina RU VII Kasim, Nahor Panglamba. Perwakilan SKK Migas Papua Maluku, Abdul Latif juga turut hadir dalam kegiatan lifting ini.

Asset 4 General Manager PT Pertamina EP Agus Amperianto menyampaikan, lapangan produksi Salawati memiliki peran yang besar dalam produksi minyak PT Pertamina EP Asset 4 Papua Field. “Saat ini, produksi minyak di Papua Field mencapai angka 1.100 barel minyak per hari, dan lapangan Salawati menyumbangkan berkisar 330-360 barel minyak per harinya. Proses lifting di Lapangan Produksi Salawati Pertamina EP Asset 4 Papua Field dilakukan setiap sepuluh hari sekali dan memerlukan waktu waktu sekitar 10 jam”, ujar Agus dalam keterangan tertulis, Senin (23/9/2019).

Lifting minyak Salawati Mix ke Pertamina RU VII ini merupakan yang pertama kalinya semenjak lapangan produksi Salawati dialihkelola oleh Pertamina EP Asset 4 Papua Field pada tahun 2015. Sebelumnya, minyak yang diproduksikan di lapangan Salawati ditransfer menggunakan oil barge menuju Kasim Marine Terminal (KMT) yang kemudian dicampurkan dengan minyak produksi KKKS lainnya yang berada wilayah Salawati, untuk kemudian ditransfer ke Pertamina RU VII.

“Kini, dengan dilakukannya lifting minyak dari Salawati secara langsung ke Pertamina RU VII Kasim, Pertamina EP Asset 4 Papua Field dapat menghemat pengeluaran yang diakibatkan biaya pemanfaatan tangki di KMT sekitar 300 juta rupiah. Selain itu, proses ini juga meminimalisir losses minyak akibat tercampurnya minyak milik Pertamina EP Asset 4 dengan minyak-minyak dari produksi KKKS lain”, terang Agus.

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa lifting melalui RU Kasim ini mampu memberikan tambahan milestone efisiensi bagi PT Pertamina EP Papua Field sebesar US$ 2/bbl berupa handling fee salawati crude.

“Dari kegiatan tersebut dalam 1 bulan tercipta cost saving 20,000 USD, yang berarti dalam 1 tahun US$ 240,000. Ini merupakan penghematan yang signifikan bagi prinsip cost effectiveness dalam menjalankan keseluruhan tahapan operasi”, jelas Agus.

Sementara itu, Abdul Rachman Para Buana menyampaikan kegiatan lifting ini diharapkan bisa memberikan banyak keuntungan baik bagi Pertamina EP Asset 4 Papua Field dan Pertamina RU VII.

Nahor Panglamba selaku Pjs General Manager Pertamina RU VII Kasim juga menyampaikan hal yang senada. “Semoga kegiatan lifting ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antar anak perusahaan dan unit bisnis sehingga Pertamina dapat semakin maju,” harapnya.

Simak Video “Hari Pelanggan, Pertamina MOR VII Bagikan Power Bank dan ‘Lamborghini’
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)