Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berdampak pada Empat Hal

JAKARTA, KOMPAS.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai angka 5,07 persen pada 2017 lalu dan ini merupakan yang tertinggi sejak 2014 setidaknya berdampak pada empat hal ini. Pertama, lanskap bisnis yang dinamis. Yang kedua,  pasar yang berkembang pesat.

Selanjutnya, yang ketiga, persaingan yang semakin ketat. Lantas, yang keempat adalah perubahan besar dalam lingkungan regulasi pemerintah. (Baca: Ekonomi Indonesia 2017 Tumbuh 5,07 Persen, Tertinggi Sejak Tahun 2014)

Dalam catatan Telkomtelstra sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com hari ini, diperoleh informasi bahwa kebutuhan akan teknologi informasi menjadi lebih kompleks lantaran pertumbuhan itu. Hal ini menjadi tantangan agar perusahaan bisa beradaptasi dengan lanskap bisnis yang selalu berubah.

Telkomtelstra adalah perusahaan patungan antara PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom Indonesia)  dengan Telstra Corporation Limited (Telstra) asal Australia sebagaimana laman telkomtelstra.co.id .

Berkenaan dengan hal itu, Telkomtelstra menggelar serangkaian kegiatan Digital Transformation (DITA) Journey 2018. Selama setahun penuh, ada empat kali penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Seri pertama kegiatan itu, kata Chief Product and Synergy Officer Telkomtelstra Agus F Abdillah membahas ihwal penerapan solusi komputasi awan (cloud) sebagai jawaban tantangan bisnis di masa kini. “Teknologi ini merupakan salah satu fondasi dari percepatan transformasi digital,” katanya.

Biaya

Menurut Agus, perusahaan Indonesia beralih ke solusi tersebut untuk meminimalisasikan biaya operasional perusahaan.

“Dengan cara itu, mereka mendapatkan keleluasaan dalam mengadopsi teknologi terbaru untuk optimalisasi bisnis tanpa harus mengeluarkan investasi besar untuk membeli perangkat keras baru,” katanya.

Data IDC Research menunjukkan bahwa operasi bisnis dan keterlibatan yang didorong oleh data serta informasi sebagai keunggulan kompetitif menjadi prioritas utama bagi para perusahaan pada 2018 dengan transformasi informasi dan transformasi model operasi sebagai tujuan utama transformasi digital pada 2018. “Ini sejalan dengan penyelenggaraan DITA Telkomtelstra 2018,” tuturnya.

Untuk memungkinkan terjadinya transformasi digital, IDC melihat bahwa pada 2021 belanja perusahaan baik untuk layanan komputasi awan maupun perangkat dan layanan pendukungnya akan mencapai 266 juta dollar AS.

Salah satu yang menjadi andalan Telkomtelstra adalah solusi hybrid cloud, imbuh Agus. Pihaknya mewujudkan hal ini dengan Azure Stack Platform. “Ini merupakan glocal pertama di Indonesia,” kata Agus sembari menambahkan bahwa pelanggan pihaknya sudah menggunakan solusi ini untuk mendukung usaha transformasi digital.