PKPRI Gugat UU Pemilu ke MK, Ini Alasannya

Sumber

AKURAT.CO, Dewan Pimpinan Nasional Partai Komite Pemerintahan Rakyat Independen (DPN PKPRI) mengajukan  Permohonan Uji Materil ke Mahkamah Internasional atas UU No 7 Tahun 2017  Tentang Pemilu. Pasal yang akan digugat adalah Pasal 222 dan Pasal 226 Angka 1 yang dianggap bertentangan dengan konstitusi.

Pasal 222 berbunyi Pasangan Calon diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya.

Sedangkan Pasal 226 angka 1 menyatakan Bakal Pasangan Calon didaftarkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai Peserta Pemilu

baca juga:

Menurut Ketua Umum PKPRI Sri Sudarjo mengatakan, seharusnya frasa dalam kedua pasal tersebut mestinya dirubah. Sri Sudardjo sendiri berencana maju sebagai Capres berpasangan dengan Sekjen PKPRI Dianul Hayezi sebagai Cawapres.

Menurutnya, dalam Pasal 222 seharusnya ditambahkan frasa “dan/atau 30% suara pemilih yang tidak memilih partai-partai lainnya alias golput”.

“Mengapa harus dirubah persentasinya? Karena data memilih untuk tidak memilih jauh lebih besar jumlahnya dari Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya, seperti yang dirilis KPU sejumlah 30,42%,” urai Sudarjo dalam keterangannya, Kamis (12/7)

Sedangkan pada Pasal 226 Angka 1. lanjut Sudarjo seharusnya pasal frasanya dirubah dan dinyatakan tidak mengikat Pasal 226 angka 1,  bakal pasangan calon didaftarkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik dan/atau Partai Komite Pemerintahan Rakyat Independen ke KPU dan pasangan calon yang suaranya lebih banyak ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang secara demokratis.

Sudarjo berdalih, alasan pihaknya melakukan uji materi UU Pemilu ke MK karena KPU dinilai belum mengakomodir angka memilih yang tidak memilih karena pemilih yang mengambil sikap tidak memilih termasuk didalam DPT (daftar pemilih tetap).

Karena kami (pemilih yang tak mencoblos) berada dalam daftar pemilih tetap. Maka kami adalah suara sah nasional dan bisa dikatakan pemenang sah atas pemilihan umum apabila suara kami melampaui orang-orang mencoblos partai lainnya karena kemenagnan kamipun merupakan representasi sejati, kemenangan dan kedaulatan rakyat,” tambahnya.

Sebagai pemohon, lanjut Sudarjo, hak dan kewenangannya mengalami kerugian konstitusi spesifik (khusus), karena pemohon tidak pernah bisa memilih maupun dipilih dan tidak pernah diakomodir kemenanganya memilih untuk tidak memilih.

“Pemohon tidak mungkin memilih partai-partai lainya yang tidak sesuai dengan standar pemohon baik secara landasan ideologis, plaform perjuangan, visi, misi, cita-cita dan tujuan pemilih! Bagaimana rakyat mau memlih apabila partai partai politik lainya tidak sesuai dengan standard dan criteria pemilih,” sesal Sudarjo.

“Dapatlah kita sepakati bahwa memilih untuk tidak memilih adalah pilihan! Karena memilih untuk tidak memilih adalah pilihan sudah sepantas dan sepatutnya sikap tidak memilih apabila menang harus dibuat regulasinya oleh KPU dan ditetapkan sebagai pemenang didalam pemilihan umum, tukas Sudarjo.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:29 Stack trace: #0 /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(567): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home2/corongid...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig() #2 {main} thrown in /home/corongid/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 29