Properti, investasi yang cocok untuk anak muda

Menyiapkan dana untuk masa tua sebaiknya tidak dimulai menjelang masa pensiun. Kondisi masa depan yang tidak bisa diprediksi membuat kita perlu berjaga-jaga sejak muda.

Memang, bagi anak muda yang berusia di bawah 30 tahun, memilih investasi yang tepat bukan perkara yang mudah. Salah langkah dalam berinvestasi juga bisa fatal akibatnya. Uang hangus tak bersisa adalah yang terburuk.

Community Coordinator Olahdana Society, Erwino Joedanadi, menyarankan investasi yang tepat bagi anak muda adalah di bidang properti. Alasannya, untuk kondisi saat ini dan dalam tahun-tahun mendatang, sektor properti masih sangat menjanjikan.

“Suku bunga BI (BI rate) kan turun terus, kemudian pemerintah sudah buka asing boleh beli properti, jadi masih bagus (prospeknya),” kata Erwino, seperti yang dilansir DetikFinance, Selasa (24/5/2016).

Investasi di sektor properti memang memiliki banyak risiko. Namun, bila dapat dikendalikan, keuntungan yang didapat juga akan berlipat. Mengenal dan mengelola potensi “risiko” dalam berinvestasi properti sangat penting sehingga Anda tidak tersesat dalam belantara kesalahan obyek pembelian, keuangan, dan momentum.

Pakar properti asal Amerika Serikat, Leonardo Baron, memberikan sejumlah saran agar investasi di sektor properti menghasilkan keuntungan.

1. Mengerti keuangan. Ketika Anda membeli properti, pastikan bahwa itu adalah keputusan keuangan yang cerdas. Menyewa akan lebih masuk akal daripada membeli jika properti tersebut menawarkan arus kas positif dan memberikan tingkat pengembalian yang adil pada ekuitas yang diinvestasikan.

2. Beli properti dalam keadaan baik. Hampir dapat dipastikan sebagian investor selalu mengeluarkan uang lebih banyak untuk memperbaiki properti-properti yang telah mereka beli. Banyak pembeli yang berpandangan bahwa hal tersebut menguntungkan; membeli properti, memperbaikinya dan menjualnya kembali dengan ekspektasi keuntungan tinggi.

Padahal, skenario tersebut jarang menjadi kenyataan, sebaliknya biasanya cerita ini berakhir tragis, yakni kehilangan uang. Hal tersebut mungkin dapat berhasil bagi kontraktor bangunan yang berpengalaman dalam memperkirakan biaya perbaikan.

3. Pendanaan jangka panjang yang aman. Pastikan mengambil pendanaan jangka panjang dengan suku bunga tetap untuk membiayai sebuah properti. Cobalah melakukan hanya satu kali pembiayaan untuk satu pembelian dan menikmati ketenangan pikiran.

4. Memastikan semua dokumen. Semua pembeli harus meninjau segala hal yang terkait dengan dokumentasi properti, seperti surat sertifikasi kepemilikan rumah.

5. Mengelola penyewaan dengan baik. Jika properti yang Anda beli untuk disewakan kembali, pastikan memperoleh penyewa yang baik. Pertahankan masa sewanya selama mungkin dengan cara; perlakukan penyewa dengan baik, pastikan mereka menjaga properti Anda dalam kondisi tetap baik.

Meski harga properti cenderung stabil dan tidak mengenal kata depresiasi atau harga jual turun, tetap saja investasi ini memiliki kekurangan. Sebaiknya Anda mewaspadai tujuh hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi properti seperti yang dirangkum dalam Liputan6.com, yang mengutip dari realestate.com.au.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *