Sering Nyinyir soal Tol, Massa #2019GantiPresiden Dinilai Bicara Tanpa Data

Sumber
Home / News / National

Sering Nyinyir soal Tol, Massa #2019GantiPresiden Dinilai Bicara Tanpa Data

Kamis, 14 Jun 2018 15:20 WIB
Redaktur: Andreas Pratama
Reporter: Kanugrahan

single-post

Macet di Gerbang Tol Wilangan. (Nur Ichsan/Kricom)

KRICOM – Kritik keras yang dilontarkan oposisi dan massa gerakan #2019GantiPresiden terhadap infrastruktur mudik di era Joko Widodo dinilai kurang patut. Pasalnya, mereka selama ini lebih sering bicara soal kesinisan tanpa mengedepankan data.

Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer menilai, jika memiliki perbedaan pandangan politik, sepatutnya menyampaikan dengan cara yang santun.

“Kalau punya pandangan politik, jangan mengintimidasi, angan meneror. Itukan enggak baik dalam demokrasi,” kata Immanuel kepada Kricom di Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Immanuel melanjutkan, sedari awal mereka sudah melakukan kampanye #GantiPresiden2019 lewat tol saat mudik.

“Itu karya Presiden. Karya orang yang mereka benci, karya orang yang mereka ingin ganti. Tapi kami enggak nyinyir, kami nikmati saja. Kan itu pajak rakyat,” paparnya.

Baca Juga : Geram Banyak Kasus Begal, Kapolri: Kalau Tidak Bisa Atasi, Kapolresnya Saya Begal

“Presiden juga enggak pernah bilang ‘Jangan lewat sini yang mau ganti Presiden’. Kami juga enggak pernah bilang, ‘Yang mau ganti Presiden, jangan lewat tol yang dibikin Presiden.’ Enggak pernah, walaupun mereka nyinyir dan sinis,” sebut Immanuel.

Dia menyatakan, harus dibedakan antara kritikan dan sinisme.

“Ini yang kadan-kadang masyarakat kurang paham. Kalau sinisme itu kan apapun yang dilakukan selalu minor. Karena didasari logika berpikir yang salah. Tapi kalau seandainya kritik itu membangun dan membeli solusi. Makanya mereka tak punya kemampuan daya kritik,” tutupnya.