Soal Birokrasi, Jokowi: Selesai 3 Menit, Kenapa Berminggu-minggu?

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menceritakan pengalamannya mengurus surat izin usaha perdagangan (SIUP) semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta. Pengalaman itu tak mengenakkan karena menunjukkan reformasi birokrasi yang belum sepenuhnya membaik.

Saat menyampaikan kata sambutan di acara pembekalan calon pegawai negeri sipil (CPNS) seleksi tahun 2017 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, hari ini, Jokowi menceritakan pengalamannya tersebut. “Saya mendapat keluhan dari pengusaha ngurus SIUP itu sampai dua minggu. Saya coba langsung datang ke kantor perizinan,” tutur Jokowi, Selasa, 27 Maret 2018.

Baca: Dengar Pidato Jokowi, Ribuan CPNS Padati Istora Gelora Bung Karno

Jokowi saat itu datang lengkap membawa surat-surat yang menjadi persyaratan untuk mengurus SIUP. Ternyata proses pengurusan sebenarnya hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit. Karena saking cepatnya proses pengurusan itu, Jokowi lantas bertanya kepada petugas front desk.

Kepada petugas front desk Jokowi bertanya mengapa pengusaha yang mengurus sampai membutuhkan waktu dua minggu. “Ternyata yang bikin lama itu yang tanda tangan di lantai tiga, kepala kantornya. Saya jengkel sekali,” ucapnya.

Jokowi pun lantas menyambangi lantai tiga, tempat ruangan pemberi tanda tangan itu berada. Namun yang bersangkutan saat itu sedang tidak berada di tempat. “Untung enggak ada. Kalau ada, saya marahi itu. Kalau bisa selesai tiga menit, kenapa harus berminggu-minggu,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden berpesan kepada para CPNS sebagai calon birokrat agar melayani masyarakat dengan cepat. Dengan begitu, masyarakat pun puas dengan pelayanan yang baik dan tidak berlarut-larut.

Sebanyak 5.165 CPNS seleksi tahun 2017 hadir di Istora Senayan. Tak hanya Presiden Jokowi, turut hadir juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pendiri Go-Jek Nadiem Makarim, Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif, dan beberapa menteri Kabinet Kerja lainnya.

Acara dengan tema “Bersatu dalam Harmoni: Menuju Birokrasi Berkelas Dunia 2024” ini merupakan bagian dari latihan dasar CPNS dari berbagai kementerian/lembaga. Para CPNS yang tidak hadir pun diwajibkan tetap menyaksikan acara ini.