Sri Mulyani Tantang Mahasiswa STAN yang Mau Demo Soal Listrik dan BBM

Sri Mulyani Tantang Mahasiswa STAN yang Mau DEMO
Sri Mulyani Tantang Mahasiswa STAN yang Mau DEMO

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pagi hari tadi memberikan kuliah umum Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Tangerang Selatan, Senin (17/4/2017).

Pada kuliah umum itu Sri Mulyani bercerita tentang berbagai hal, termasuk soal mahasiswa STAN yang akan berdemo soal kenaikan tarif listrik dan BBM. Menurut Sri Mulyani, mahasiswa STAN adalah calon yang nantinya akanl mengatur dan mengelola keuangan negara.

“Yang memicu saya ikut mendengar, bahwa mahasiswa STAN akan berdemo, soal listrik dan BBM (Bahan Bakar Minyak) jika tidak salah. Itu mahasiswa sebelum berdemo, sudah konsultasi tidak ya? Kalau tidak, saya ingin berdebat dengan Anda, bukan style saya untuk me-repress Anda, tapi saya ingin menantang Anda berpikir lebih keras,” ungkap Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Sri Mulyani mengatakan, STAN adalah sekolah negara yang mahasiswanya diberikan hak khusus dibanding dengan mahasiswa-mahasiswa lain. Seharusnya, kata dia, mahasiswa STAN dapat berpikir lebih jernih dan logis terhadap suatu kasus.

“Anda sekolah di tempat dengan titel negara, dibayar negara. Lulus langsung ditampung. Jika mahasiswa lain tidak ada privilege, keistimewaan seperti ini. Beda dengan Anda, jadi mulai Anda masuk ke sekolah ini sudah punya utang kepada negara,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan, mahasiswa STAN wajib memiliki gambaran sebagai generasi muda yang haus akan ilmu pengetahuan dan harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dalam menuntut ilmu, untuk masyarakat banyak ke depannya.

“Isi waktu Anda dengan bijaksana, sehingga membentuk Anda jadi manusia yang peduli terhadap bangsa. Kepedulian untuk umat manusia, tidak hanya diri sendiri, kalau diri sendiri itu rugi. Karena manusia adalah makhluk sosial dan harus berinteraksi,” kata dia.

“Jangan Anda merasa anda hidup buat melayani diri Anda sendiri. Anda merupakan miliki negara, hukumnya haram kalau Anda hanya memikirkan kelompok Anda. Anda mempunyai utang budi terhadap negara. Karena Anda adalah calon-calon orang yang menopang pilar,” sambungnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani menyampaikan, sebagai pelajar yang berkompeten, mahasiswa STAN jangan begitu mudah untuk terpengaruh pada hal-hal yang negatif. Mahasiswa, khususnya STAN, perlu memiliki integritas yang tinggi, dan tak mudah untuk terbawa arus.

“Mikir, mikir, mikir, jangan dengan mudah dihasut apalagi diprovokasi. Saya sangat anti mahasiswa STAN yang berbuat seperti itu. Jika sampai mahasiswa STAN enggak punya karakter, maka republik ini enggak punya karakter. Lebih buruk lagi, jangan jual nama Anda, jual nama STAN, karena itu tidak diperjualbelikan,” tuturnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *