Target Kunjungan Tertinggi Disematkan pada Pesisir Selatan, Optimistis Gaet 300 Ribu Wisatawan

Sumber
Pantai Sendiki

KEPANJEN – Jelang libur Lebaran, Pesisir Malang Selatan tetap diandalkan Pemkab Malang untuk menyedot animo wisatawan. Target tinggi pun mengiringi keyakinan itu. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menyebut angka target yang tak sedikit.

”Target kami untuk pantai-pantai di wilayah Malang Selatan bisa menyedot 200 ribu–300 ribu pengunjung,” kata dia.

Target besar itu didasarkan disparbud dari jadwal libur yang relatif panjang. ”Bukan hanya setelah Lebaran, karena sebelum Lebaran kami juga optimistis jika jumlah kunjungannya meningkat,” tambah dia.

Kesiapan untuk itu pun telah mereka tunjukkan. Made mengaku telah berkirim surat kepada para pengelola pantai di Malang Selatan untuk memperhatikan faktor keamanan pengunjung.

”Termasuk di antaranya, soal ketersediaan fasilitas umum seperti toilet, musala, dan tempat beristirahat yang mencukupi,” sambung pria asal Bali tersebut.

Kesiapan lain juga dilakukan disparbud, salah satunya terkait adanya kemungkinan pungutan liar (pungli). Untuk mengantisipasi itu, Made mengaku sudah berkoordinasi dengan badan pendapatan daerah (bapenda).

”Saya sudah komunikasikan dengan Pak Purnadi (kepala bapenda). Tujuannya agar ada tim yang diterjunkan menyurvei lokasi pantai,” imbuh dia.

Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi mengaku sudah merancang rencana itu sejak jauh-jauh hari. Menurut dia, tim khusus sudah dibentuk. Tugas tim itu nantinya adalah turun ke tempat-tempat hiburan.

Melihat potensi pendapatan yang sebenarnya. ”Terutama untuk wilayah pantai yang ada di jalur lintas selatan (JLS),” tambah Purnadi.

Pembentukan tim khusus itu merupakan salah satu inovasi dari bapenda untuk mengejar target pendapatan daerah. ”Kesempatan libur Lebaran ini kami manfaatkan untuk meningkatkan pemasukan dari sektor pajak hiburan,” tambah dia.

Di bidang pajak hiburan, target pendapatan yang mereka sematkan Rp 4,8 miliar atau lebih tepatnya Rp 4.824.740.000. Sejauh ini, progres capaiannya menunjukkan tren apik. Hingga 11 Juni lalu, Purnadi menyebut, angka pajak hiburan yang didapat berada di angka Rp 2,9 miliar atau lebih tepatnya Rp 2.910.679.823.

”Kurang lebih sudah 60,33 persen. Jadi, masih harus kami genjot terus,” tutup dia.

Pewarta: Farik Fajarwati
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Hafis Iqbal