Terbitkan Surat Utang 'Anti Asing', Pemerintah Bidik Dana Rp 9 T

Sumber

Jakarta – Pemerintah kembali menerbitkan obligasi negara ritel dengan seri ORI016. Total sudah ada 9 penerbitan SBN ritel yang dilakukan pemerintah tahun ini.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman menjelaskan untuk penerbitan yang terbaru ini pemerintah menargetkan penghimpunan dana sekitar Rp 9 triliun.

“Rp 9 triliun untuk penerbitannya, memang ini berbeda dengan sebelumnya, SBR itu non tradable. Ini kan tradable, lebih likuid, jadi targetnya lebih besar,” ujarnya di The Goods Dinner, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Tahun ini sendiri pemerintah menargetkan bisa menghimpun dana hingga Rp 60 triliun dari penerbitan SBN ritel. Sementara untuk 8 penerbitan yang sudah dilakukan sudah terkumpul Rp 40,2 triliun.

ORI016 merupakan seri pertama ORI yang diterbitkan secara online melalui sistem e-SBN. Instrumen ini ditujukan khusus untuk investor individu Indonesia, jadi jangan harap perusahaan dan investor asing bisa beli ORI016

ORI016 ini ditawarkan dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,8% per tahun sampai dengan jatuh tempo pada 15 Oktober 2022. ORI016 bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Sehingga berpotensi mendapatkan capital gain.

Pembayaran kupon akan dilakukan setiap bulan pada tanggal 15. Adapun pembayaran kupon pertama kali dilakukan pada 15 Desember 2019.

“Jadi ini boleh dijual di pasar sekunder setelah 15 Desember. Tapi tentu tidak boleh dijual kepada asing. Meskipun asing sangat suka instrumen investasi pemerintah,” tambah Loto

Pemerintah menetapkan minimum pemesanan sebesar Rp 1 juta. Sementara maksimalnya Rp 3 miliar.

Simak Video “Sri Mulyani Ajak Milenial Aktif Investasi Surat Utang Negara
[Gambas:Video 20detik](das/eds)