The Great Wall, Menilik Sisi Legenda Tembok Raksasa Tiongkok

Mendengar kata Tiongkok, yang akan terbersit di benak setiap orang salah satunya pasti Tembok Besar atau The Great Wall. Namun, siapa menyana, bahwa ternyata banyak cerita dibalik Tembok Besar yang menjadi salah satu kebanggaan Tiongkok dan juga salah satu keajaiban dunia yang dilindungi itu. Yakni, mulai dari sisi sejarah dan legenda. Nah, film ‘The Great Wall’ berusaha menampilkan kisah Tembok Besar ini dari sisi legendanya.

Disebutkan bahwa ada dua alasan pembangunan Tembok Besar yang pembangunannya memakan waktu selama 1700 tahun dan memiliki panjang mencapai 8851 kilometer itu. Pertama, karena untuk menghalau laju gerak musuh yang ingin menerobos masuk dan kedua adanya kepercayaan masyarakat Tiongkok terhadap mahluk mistis bernama Tao Tie yang berevolusi setiap 60 tahun sekali, yang juga merupakan kutukan dari para dewa yang murka terhadap Kaisar Tiongkok yang serakah, yang hendak menghabisi rakyat Tiongkok. Zhang Yimou, sang sutradara, berusaha memvisualisasikan alasan kedua dari pembangunan Tembok Besar tersebut.

Mengambil latar Tiongkok Kuno sekitar tahun 1100-an pada masa Dinasti Song, Tembok Besar dikisahkan dibangun untuk menghalau serangan dari mahluk mistis semacam monster bernama Tao Tei yang akan bangkit dan menyerang setiap 60 tahun sekali. Untuk menghalau serangan mahluk mistis itu, Tiongkok pun berbenah diri dan mempersiapkan diri dengan segala hal. Mulai dari kekuatan militer hingga persenjataan. Kemajuan teknologi Tiongkok pada masa itu, memang sudah termahsyur ke seluruh penjuru dunia. Karena itulah, seorang pedagang, pembunuh bayaran dan juga ahli bela diri bernama William Garin (diperankan oleh Matt Damon), bersama rekannya Pero Tovar (Pedro Pascal), berupaya mencapai negeri Tiongkok untuk mendapatkan black powder atau bubuk mesiu yang merupakan bahan untuk membuat senjata api yang masih langka di negeri Barat.

Dalam perjalanannya menuju Tiongkok itulah, William dan Pero baru mengetahui bahwa ada mahluk mistis yang sedang berusaha menerobos masuk ke Tiongkok. Tanpa disengaja, kedua pemuda Barat itu pun terlibat dalam semacam pertarungan mempertahankan diri antara militer Tiongkok yang dipimpin oleh Panglima Lin Mei (Tian Jing) dengan Tao Tie.

Sadar akan rumitnya situasi saat itu, William yang juga sebenarnya seorang perampok, akhirnya memutuskan untuk membatalkan niatnya mencuri black powder dan memilih bergabung bersama Lin Mei melawan Tao Tie yang memiliki kemampuan berevolusi dengan cepat. Berbeda dengan Pero, dia tetap pada pendiriannya untuk tidak melibatkan diri dalam pertarungan itu dan berusaha kabur setelah mencuri black powder, kembali ke Barat. Alhasil, William pun harus berjuang keras bersama Lin Mei dan pasukannya menghalau Tao Tie masuk ke wilayah Tiongkok.

Bisa dibilang, Zhang Yimou sang sutradara, berhasil memvisualisasikan suasana pertempuran itu dengan efek-efek menakjubkan. Selain didukung oleh aksi laga yang luar biasa, film ‘The Great Wall’ terbilang sukses membuat penontonnya terhanyut dengan berbagai adegan laga dan efek-efek memukau. Apalagi, jika ditonton menggunakan kacamata tiga dimensi. Dijamin seru. So, jangan lewatkan Film ‘The Great Wall’ yang mulai tayang 04 Januari 2017, ya. (RIZKI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *