Tips Anti Bokek Saat Libur Panjang

Jakarta – Perayaan Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 kian dekat. Libur panjang pun sudah di depan mata. Tentunya, waktu-waktu tersebut dijadikan kesempatan bagi untuk berlibur panjang.

Libur panjang kali ini bisa diisi dengan bertamasya, atau pun berkeliling pusat perbelanjaan untuk berburu diskon. Nah, bagaimana sih cara untuk mengatur pengeluaran ketika berlibur?

Yuk, simak tips-tips mengatur pengeluaran saat libur panjang dari Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho!

Libur panjang Natal dan Tahun Baru ini jadi kesempatan untuk bertamasya ke luar kota, atau pun ke luar negeri. Nah, ada beberapa tips yang harus detikers perhatikan supaya liburan berjalan mulus, dan anti pengeluaran ‘jebol’.

Andy mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan ketika hendak berlibur di akhir tahun ini adalah menetapkan destinasi.

“Pertama ya harus tahu dulu mau ke mana, tetapkan destinasinya. Kecuali, buat orang-orang yang memang menargetkan untuk mudik. Biasanya bagi yang merayakan natal punya kewajiban untuk pulang kampung,” kata Andy kepada detikcom, Minggu (22/12/2019).

Kedua, buat anggaran untuk liburan itu. Andy menuturkan, membuat anggaran adalah hal yang wajib dalam mengatur keuangan ketika berlibur.

Ia menjelaskan, ketika sudah membuat anggaran, biaya transportasi dan akomodasi adalah dua komponen dalam perencanaan yang sudah bisa diprediksi. Sehingga, akan semakin mudah menetapkan biaya yang dibutuhkan untuk berlibur.

Namun, yang sulit untuk diprediksi adalah pengeluaran untuk makan sehari-hari ketika liburan, dan juga berbelanja.

Sehingga, Andy menyarankan menetapkan juga anggaran berbelanja ketika liburan. Untuk mudahnya, pisahkan dengan hitungan persentase dari biaya yang dimiliki untuk berlibur.

“Saya punya budget total misalnya Rp 5 juta. Untuk transport sama akomodasi Rp 2,5 juta. Berarti saya punya 2,5 lg untuk makan dan belanja. Dan makan sebenarnya juga kurang lebih kita bisa prediksi dengan beragam review di internet. MIsalnya selama tiga hari saya di Singapura makannya bisa habis kurang lebih Rp 1 juta. Berarti masih ada Rp 1,5 juta lagi yang bisa kita gunakan untuk belanja. Kita harus disiplin bahwasannya budget kita untuk belanja ketika liburan ya itu tadi,” tegas Andy.

Bolehkah liburan pakai utang?

Simak Video “Tips Olahraga untuk Pemula ala Cinta Laura
[Gambas:Video 20detik]