Usulan tambahan subsidi listrik 900 VA ditolak DPR

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak semua usulan efisiensi energi mulai dari Indonesian Crude Price (ICP) hingga subsidi listrik yang diajukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tanpa melibatkan Menteri ESDM, Sudirman Said, Komisi VII DPR RI memutuskan asumsi dasar yang terkait dengan sektor ESDM tersebut. Sebenarnya, Sudirman dan Komisi VII DPR sudah dijadwalkan melakukan rapat pada Selasa (14/6/2016) siang, namun berhalangan, hingga DPR membuat asumsi dasar dan langsung diserahkan kepada Badan Anggaran (Banggar).

Adapun asumsi dasar makro sektor ESDM untuk APBN-P 2016 yang ditetapkan oleh Komisi VII DPR antara lain, ICP USD45 per barel, lifting minyak bumi 820.000 barel per hari (bph), dan lifting gas bumi 1,150 juta barel setara minyak per hari (barel oil equivalent per day/boepd).

Subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar diajukan sebesar Rp500 per liter, subsidi listrik tetap Rp38,39 triliun (sama seperti APBN 2016), dan tidak ada kenaikan tarif listrik 900 VA.

“Dan dengan keputusan ini, harga solar sampai dengan akhir tahun tidak mengalami kenaikan. Subsidi listrik 900 VA tidak dicabut,” kata Ketua Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu.

Sebelumnya, Kementerian ESDM mengusulkan ICP dalam APBN-P sebesar USD35 per barel. Sedangkan target produksi/lifting migas 1,925 juta boepd.

Volume BBM bersubsidi jenis solar dan minyak tanah ditetapkan tidak ada perubahan, demikian juga volume LPG 3 kg. Tetapi subsidi untuk solar akan diturunkan dari Rp1.000 per liter menjadi Rp350 per liter. Sedangkan subsidi listrik diusulkan bertambah menjadi Rp57,18 triliun.

Dengan pembatalan usulan kenaikan tersebut, asumsi pemerintah yang menyebut subsidi listrik di tahun ini membengkak agaknya menjadi terwujud.

Pembengkakan tersebut terjadi akibat tertundanya implementasi kebijakan pengalihan subsidi bagi golongan rumah tangga 900 VA ke 1.300 VA. Dengan angka yang ditaksir mencapai Rp20,65 triliun.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah pelanggan rumah tangga golongan 450 VA sebanyak 22,8 juta rumah tangga.

Sedangkan jumlah pelanggan rumah tangga golongan 900 VA sebanyak 22,3 juta rumah tangga. Adapun berdasarkan verifikasi data TNP2K, hanya 4 juta pelanggan 900 VA yang berhak mendapatkan subsidi.

Sekitar 18 juta pelanggan rumah tangga golongan 900 VA akan dialihkan ke golongan nonsubsidi 1.300 VA. Menteri ESDM Sudirman Said mengusulkan pengalihan subsidi dilaksanakan Juli mendatang. Meski begitu, pembahasan akan diputuskan dalam rapat kabinet yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Dia mengatakan, jika pengalihan subsidi dilakukan sejak Juni, tambahan subsidi yang diperlukan sebesar Rp18,7 triliun. Jika pengalihan subsidi 900 VA ke 1.300 VA dilaksanakan Juli 2016, dipastikan tambahan subsidi mencapai Rp20,65 triliun. Anggota DPR Komisi VII dari Fraksi PDIP Mercy Chriesty Barends meminta verifikasi data dari TNP2K dicocokkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Usulan tambahan subsidi listrik 900 VA ditolak DPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *