Utang 'Menggunung', Waskita Andalkan Pencairan Piutang

Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk tercatat memiliki utang sebesar Rp 103,7 triliun per Juni 2019. Angka ini naik 970% dibandingkan 2014 Rp 9,7 triliun.

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan total pinjaman perseroan digunakan untuk mendukung lini bisnis perseroan. Posisi jumlah pinjaman dibandingkan modal (gearing ratio) perseroan per Juni 2019 sebesar 2,68 kali masih berada di bawah ambang batas (covenant) sebesar 3,00 kali.

“Kami yakin dapat menjaga rasio ini ke 2,3x di akhir tahun 2019.” kata Haris, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Waskita Karya juga akan menerima arus kas masuk sebesar Rp 40 triliun selama tahun 2019. Angka tersebut terdiri atas pembayaran proyek turnkey Rp 26 triliun yang selesai di tahun 2019 dan Rp 14 triliun dari proyek konvensional dengan skema progress payment.

Sampai saat ini, perseroan telah menerima pembayaran sebesar Rp 13,1 triliun yaitu Rp 3,4 triliun dari proyek turnkey dan Rp 9,7 triliun dari proyek konvensional, di antaranya ada penerimaan dari proyek LRT Sumatera Selatan sebesar Rp 2,3 triliun pada awal September 2019.

Nilai di atas belum termasuk rencana penerimaan pengembalian dana talangan tanah dari LMAN. Kas masuk ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan dan menurunkan posisi utang perseroan.

Simak Video “Cara Waskita Karya Motivasi Milenial Lewat Seminar Kebangsaan
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)