Venue Jetski Ancol Terbaik dan Termegah di Dunia

Sumber

Jakarta – Menjadi tuan rumah Asian Games 2018 membawa berkah bagi induk-induk organisasi (PB/PP). Pembangunan venue besar-besaran di tiap cabang olahraga berstandar internasional dilakukan. Tak kalah dengan pemugaran Gelora Bung Karno (GBK) maupun velodrom, jetski selaku cabor pendatang baru pun mampu menggebrak.

Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) selaku federasi yang membawahi jet ski Indonesia memamerkan venue yang siap menghelat cabor tersebut di Asian Games XVIII/2018 mulai 23 Agustus mendatang. Arena jetski di Ancol menjadi yang termegah dan menjadi model dunia.

Ketua Umum IJBA Saiful Sutan Aswar pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena telah membangun venue jetski di Ancol bertaraf internasional dan termegah, bukan hanya di Asia melainkan dunia.

Arena jetski yang baru saja selesai dibangun dan diresmikan Presiden Jokowi 5 hari lalu merupakan venue yang pertama bertaraf internasional dan termegah di dunia. Bangunan seluas dua hektare itu berdiri di bibir pantai Ancol, Jakarta Utara itu, memiliki fasilitas atlet yang lengkap, bahkan sirkuit dan tribune penonton juga dibuat permanen, berbeda dari kejuaraan dunia yang digelar di Amerika Serikat saja hanya dibangun semi permanen.

“Ini fantastis. Dalam enam bulan venue sudah berdiri. Ini yang terbesar dan pertama di dunia. Delegasi jetski dari Tiongkok, Malaysia, Thailand dan negara lainnya sudah meninjau dan mereka terkejut. Mereka menyatakan venue ini akan dijadikan contoh. Rencana venue ini akan digunakan pada Asian Games 2018 yang digelar 23-27 Agustus nanti,” jelasnya di venue jetski Ancol, Jakarta, Jumat (10/8).

Ia menilai venue tersebut merupakan yang termegah, bukan hanya di Asia melainkan dunia. Baginya arena tersebut terbaik nomor satu di dunia, karena venue ini telah menerapkan sistem terbaik di mana belum ada negara lain yang memiliki.

Sutan yakin ke depan keberadaan sarana itu berdampak baik bagi para pembalap jetski Indonesia. Dia pun berencana akan mengembangkan akademi jetski yang nantinya akan ada program-program pembinaan.

“Bukan hanya untuk mendulang prestasi, kami juga akan mengolah jetski sebagai sport industry dan sport tourism. Sponsor pun akan bisa kami gandeng,” paparnya yang mengaku kini lebih leluasa untuk melakukan program regenerasi.

Selain itu ia akan menggelar kejuaraan internasional. Namun, menurutnya, perlu juga sinergi antara IJBA dengan pemerintah, khususnya mengenai biaya pajak masuk yang dibebankan kepada peserta luar.

“Bisa saja menjadi tuan rumah Grand Prix. Cuma yang masalah di Indonesia ini kesiapan kita untuk menyiapkan kebutuhan racer. Contoh, mereka datang sebulan sebelumnya. Mereka perlu spare part dan kita harus siap untuk itu,” ungkapnya.

Belum lagi bicara soal pajak  masuk. Menurut Sutan, sistemnya harus diubah dan dimudahkan. Dikatakan biaya masuk jetski itu tinggi dan harus dihilangkan. Dia mencontohkan Thailand yang menihilkan pajak untuk jetski.

Sumber: Suara Pembaruan