Wapres: Stabilitas Ekonomi Indonesia jadi Kunci Keberhasilan ASEAN

Sumber

Wapres Jusuf Kalla saat memberikan pidato pada The 24th International Conference on the Future ofAsia di Hotel Imperial Tokyo. Foto: Istimewa

TOKYO – Wakil Presiden Jusuf Kalla di Tokyo, Selasa (12/6/2018), mengatakan stabilitas politik dan ekonomi negara-negara kawasan, khususnya Indonesia, menjadi kunci keberlangsungan dan keberhasilan Asosiasi Negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN).

Indonesia, sebagai negara dengan populasi yang mewakili 40 persen dari seluruh ASEAN, memiliki kunci penting tersebut untuk mempromosikan stabilitas ekonomi dan politik di mata dunia internasional.

“Populasi Indonesia dan kapasitas ekonominya mewakili 40 persen dari seluruh ASEAN. Oleh karena itu, stabilitas domestik Indonesia akan mempengaruhi kawasan, dan stabilitas politik dan ekonomi kami sangatlah kuat,” kata Wapres dalam pidatonya di acara The 24th International Conference on the Future ofAsia di Hotel Imperial Tokyo, Selasa (12/6/2018).

Kondisi politik di Indonesia terus menunjukkan demokratis, khususnya dengan diselenggarakannya pemilihan umum, baik presiden dan wakil presiden maupun pemilihan kepala daerah yang berlangsung di 2.400 daerah.

Pelaksanaan pemilu di Indonesia, sejak reformasi 1998, berlangsung transparan tanpa diikuti kericuhan yang menyebabkan konflik berkelanjutan di dalam negeri.

“Semua (pemilu) berlangsung damai, dan kami pastikan pemilu tahun depan juga akan berjalan damai seperti yang sudah-sudah, dan bahkan bisa berlangsung lebih baik lagi dari sebelumnya,” tegasnya.

Sementara itu dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mencapail angka lima persen menunjukkan Indonesia mampu meningkatkan perekonomian setelah krisis ekonomi terjadi pada 1998.

“Ekonomi kita terus tumbuh di sekitaran angka lima persen per tahun, dan kami yakin perekonomian Indonesia akan semakin baik di 2018 dan seterusnya. Selama tiga tahun terakhir, kita juga mampu mengurangi ketimpangan pendapat, tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran,” katanya.

Konflik yang terjadi di suatu negara tidak dapat diselesaikan sendiri oleh negara tersebut, tanpa melibatkan peran serta internasional.

“Masalah yang kita hadapi berada di luar kemampuan negara mana pun untuk diselesaikan secara individu, oleh karena itu kerja sama internasional diperlukan. Dan hanya negara dengan stabilitas yang baik dapat berpartisipasi secara efektif dalam kerja sama tersebut,” ujarnya. (*)