6 Etiket yang Harus Diperhatikan Saat Anda Menggunakan Lift

Pernahkah Anda merasa terganggu dengan orang yang berbincang dengan suara keras di lift, atau semerbak tajam aroma parfum yang membuat Anda menutup hidup saat seseorang memasuki lift? Meskipun menaiki lift merupakan kegiatan yang terkesan ‘sepele’, tapi ternyata ada etiket yang perlu diperhatikan ketika Anda berada di ruang tube sempit tersebut bersama orang lain.

Kenapa perlu etiket? Toh kita berada di situ hanya sesaat dan mungkin tidak akan bertemu lagi dengan orang-orang yang masuk bersamaan di dalamnya. Ya, ‘kebersamaan’ dengan orang lain di dalam lift memang singkat namun alangkah baiknya jika kita tetap menjaga sikap demi kenyamanan bersama.

Bagaimana seharusnya Anda bersikap saat naik dan berada di lift? Direkur Good Manners Company Anna Musson, menjelaskan etiket yang benar di dalam lift, seperti dikutip dari News.com.au

1. Tak Perlu Dandan
Sekadar mengecek riasan wajah atau rambut sah-sah saja, tapi usahakan tidak berdandan di lift. Ruangan yang sempit akan membatasi gerak dan mungkin mengganggu pengguna lift lainnya. Jika harus merapikan penampilan, lakukan di toilet sebelum, atau setelah naik lift.

2. Hindari Mengobrol dengan Suara Keras
Ketika Anda menerima panggilan di dalam lift, jika memungkinkan abaikan dulu telepon tersebut dan hubungi balik setelah keluar lift. Tapi apabila Anda harus menjawabnya maka usahakan berbicara dengan suara yang pelan. Apabila orang di seberang telepon tidak bisa mendengar suara Anda ada baiknya segera tutup pembicaraan. Hindari juga mengobrol dengan suara keras jika Anda di lift bersama teman-teman.

“Lift ruangnya terbatas dan ‘memaksa’ orang untuk mendengarkan percakapan Anda itu tidak sopan,” ujar Anna.

3. Etiket Saat Menunggu Lift
Saat menunggu lift datang, selalu berasumsi kalau akan ada orang yang keluar di setiap lantai. Jadi begitu pintu terbuka menjauhlah sedikit dari lift untuk memberi ruang bagi mereka yang ingin keluar.

“Jika berada di pusat perbelanjaan, mereka yang telah menunggu lebih lama yang harus masuk lift lebih dulu. Kecuali bila ada yang berkebutuhan khusus, orang tua atau dalam kondisi ternteu harus didahulukan,” terang penulis buku ‘Etiquette Secrets’ ini.

4. Bukan Keharusan, Tapi Dahulukan Wanita
Di lingkungan bisnis seperti kantor, biasanya gender pria dan wanita disetarakan. Pria dan wanita bisa masuk lift berbarengan, namun akan lebih sopan bila pria mendahulukan wanita untuk naik lift terlebih dahulu. Tapi itu bukan sebuah aturan yang pakem, hanya menurut kesadaran dari masing-masing individu.

“Pria dan wanita bisa masuk berdasarkan siapa yang paling dekat berada di lift, meskipun akan lebih baik bagi pria jika dia membiarkan wanita masuk lebih dulu,” saran Anna.

5. Saat Masuk ke Lift yang Penuh
Pada jam-jam tertentu, lift terkadang bisa sangat penuh. Jika tidak terlalu terburu-buru ada baiknya Anda menunggu lift berikutnya. Tapi apabila keadaan mengharuskan Anda untuk naik, bersikaplah dengan ramah dan tersenyum saat memasukinya.

“Jika Anda harus naik lift yang penuh, semakin Anda bersikap ramah maka Anda akan lebih diterima dengan baik,” sarannya.

6. Bila Anda yang Ada di Dalam Lift
Ketika Anda berada di lift yang kosong, tapi di lantai selanjutnya akan ada banyak orang yang masuk sebaiknya Anda bergeser ke belakang dan mendekati dinding. Jika ada seseorang yang berlari untuk masuk ke lift, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menahan pintu untuk mereka.

“Apabila Anda di dekat pintu sebenarnya tidak harus dilakukan, tapi menjulurkan tangan untuk menahan pintu agar tetap terbuka adalah tindakan yang sopan,” pungkas Anna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *