7 Lagu Terbaik Sheila On 7 Versi Corong.ID

Corong.ID – Band asal Yogyakarta, Sheila On 7, tepat berusia 20 tahun pada 6 Mei 2016 lalu. Dua dekade kiprah mereka di dunia musik Indonesia mampu melahirkan karya-karya fenomenal yang sampai sekarang masih akrab di telinga kita. Sempat merasakan menjadi band dengan penjualan diatas 1 juta copy, pergantian personel, jatuhnya angka penjualan hingga kembali eksis dan bertahan menjadi salah satu Band papan atas di Indonesia, Sheila On 7 membuktikan bahwa karya terbaik akan mampu bertahan dan mendapat tempat di hati penikmat musik.

Perjalanan Sheila on 7 menjadi band besar tidak lepas dari dukungan Sheilagank, fanbase mereka yang kerap memberi dukungan dimanapun mereka manggung. Dua puluh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi mereka untuk menuju tahapan matang dalam bermusik. Menyambut ulang tahun ke-20 Sheila On 7, redaksi mencoba menyusun 7 lagu terbaik Sheila on 7 versi Corong.ID, berikut daftarnya :

1. Dan (Self Titled/1999)
Jika ada intro lagu paling catchy dan renyah di telinga, intro lagu ini pasti masuk salah satunya. Lagu ini punya kekuatan lirik yang luar biasa walau menggunakan pilihan kata yang sangat sederhana. Jangan dengarkan lagu ini ketika sedang putus cinta, jika tak ingin menambah goresan luka. “Dan” adalah senandung lara yang mampu membawa khayalan kita menuju sebuah titik paling lemah dalam cinta karena penyesalan, pengorbanan dan waktu yang tak bisa diulang. “Dan” akan abadi dan tetap bisa diterima 10,20,30 dan entah berapa puluh tahun lagi.

2. Sephia (Kisah Klasik Untuk Masa Depan/2000)
Lagu ini pernah sangat mudah kita temukan di mana saja di tahun 2000-an. Anak-anak kecil bernyanyi kecil dan melantunkan lirik “Selamat tidur kekasih gelapku, Sephia” sembari bermain dalam kelompoknya. Sephia muncul sebagai diksi baru di era itu dan laris digunakan sebagai pengganti kata “Selingkuhan”. Lagu fenomenal yang mengantar Sheila on 7 ke sebuah titik tertinggi: muda, terkenal, dan kerap dinantikan.

3. Sebuah Kisah Klasik (Kisah Klasik Untuk Masa Depan/2000)
“Bersenang-senanglah…Karena hari ini akan kita rindukan di hari nanti..Sebuah kisah klasik untuk masa depan”
Ini lagu dengan tema persahabatan dan dilukiskan dengan sangat apik oleh Sheila On 7. Tembang yang kerap jadi lagu penutup konser Sheila on 7 ini menggambarkan perpisahan sebagai sesuatu yang tak harus ditangisi karena ada waktu di masa depan dimana semua mimpi kembali dipertemukan. Kedewasaan yang ditulis saat  mereka belum benar-benar dewasa.

4. Mari Bercinta (07 Des/2002)
Lagu warisan Anton Widiastanto, penggebuk drum pertama Sheila On 7 sebelum digantikan Brian Kresnoputro, ini memang sangat sederhana, namun meneduhkan. Anton, dalam liriknya menuliskan beberapa titah menyoal kehidupan yang dibalut manis oleh petikan gitar khas Eross.“Lihat dirimu semakin jauh mengayuh, lewati segala tujuan hidup yang mungkin kau tempuh” “Tentukan yang utama yang satu tercinta, kan jadi teman hidup yang setia”, bertahan dan setialah pada satu cinta, begitulah mungkin maksud Anton.

5. Melompat Lebih Tinggi (Ost. 30 Hari Mencari Cinta/2003)
Saat terpuruk dan butuh motivasi untuk move on dari rangkaian kegagalan, maka dengarkanlah lagu ini. Tempo cepat yang memacu semangat cocok untuk mengajak kita melompat penuh energi ketika mendengarkan lagu ini dibawakan live di tiap konser Sheila On 7. Biasanya Eross juga mempertontokan skill gitarnya ketika memainkan melodi lagu ini. Moodbooster.

6. Generasi Patah Hati (Pejantan Tangguh/2004)
Yang paling menarik dari lagu ini adalah potongan lirik “Ku bekerja siang dan malam agar istriku bahagia, semoga kelak anak kita hidup selayaknya. Aku akan perjuangkan masa depan anakku, Aku akan perjuangkan”. Fase dimana sebagian dari personel Sheila on 7 menikah dan merasakan tanggungjawab sebagai seorang kepala keluarga yang menafkahi. Pengingat untuk bapak-bapak muda yang tengah berjuang membahagiakan keluarga kecilnya. Romantisme yang jauh dari kesan cengeng. Berjuanglah untuk keluarga, temukanlah kebahagiaan disana. Ah…

7. Yang Terlewatkan (Menentukan Arah/2008)
Ada kalanya penyesalan datang menghantui diselingi pertanyaan mengapa waktu tak bisa diulang? Melewatkan seseorang yang punya kesan mendalam hingga akhirnya melangkah meninggalkannya adalah salah satu episode terberat dalam kehidupan percintaan. “Yang Terlewatkan” menjadi sangat anggun ketika melodi akustik gitar Eross melantun di tengah-tengah lagu. “Walau ku terlambat, kau tetap yang terhebat”. Brilian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *